Rabu, Mei 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kawanan Lumba-lumba Melintas di Perairan Botubarani

redaksi
21 Maret 2026
Kategori : Berita
0
Lumba-lumba Risso Melintas dan Bermain di Perairan Botubarani Gorontalo

Lumba-lumba risso (Grampus griseus) melintas di dekat zona interaksi hiu paus di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, pada Jumat (27 Februari 2026. FOTO/SCR: AGUS KAMBA

Darilaut – Kawanan lumba-lumba dalam jumlah banyak melintas dan bermain di perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Teluk Tomini, pada Rabu (18/3).

”Ada banyak lumba-lumba terlihat dari pantai (Botubarani),” kata Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) Orca Botubarani, Olis Latief.

Tempat kemunculan lumba-lumba ini tidak jauh dari zona interaksi hiu paus. ”Dekat pantai,” ujarnya.

Lumba-lumba dalam bahasa lokal Gorontalo disebut timenguto.

Sebelumnya, pada Jumat 27 Februari, sekitar pukul 10.00 Wita, tiga individu lumba-lumba risso (Grampus griseus) terlihat melintas dan bermain di dekat zona interaksi hiu paus, perairan Botubarani.

”Ada tiga individu,” kata pengelola jasa wisata Agus Kamba.

Lokasi kemunculan berada sekitar 300 meter dari pangkalan 4 pantai Botubarani.

”Saya sedang membawa tamu dari Belanda, dari jauh kelihatan seperti (paus) orca,” ujar Agus, yang langsung mengarahkan drone (pesawat tanpa awak) yang sedang dioperasikan saat itu, ke tempat kemunculan Lumba-lumba Risso.

Sebelumnya, pertengahan Februari, jasa wisata lainnya diinformasikan telah merekam individu yang sama, sebanyak 17 – 20 individu.

Tags: BotubaranigorontaloLumba-lumba
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Siklon Tropis Narelle Terletak di Teluk Carpentaria

Next Post

Siklon Tropis Narelle Menuju Northern Territory, Australia

Postingan Terkait

RUU Hak Cipta, Ketua Dewan Pers: Karya Jurnalistik Bagian Penting Dari Kekayaan Intelektual Bangsa

Dewan Pers Meminta Pemerintah Membebaskan Wartawan dan Warga Sipil Indonesia yang ditangkap Militer Israel

20 Mei 2026
Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

20 Mei 2026

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Next Post
Siklon Tropis Narelle Menuju Northern Territory, Australia

Siklon Tropis Narelle Menuju Northern Territory, Australia

TERBARU

Dewan Pers Meminta Pemerintah Membebaskan Wartawan dan Warga Sipil Indonesia yang ditangkap Militer Israel

Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Gunung Marapi Meletus, 28 Pendaki Belum Berhasil Turun

Badai Beryl Mendarat di Meksiko

Teknologi Asap Cair, Cara Mengawetkan Ikan yang Ramah Lingkungan

Apa Saja Kandungan Gizi Pada Teripang

Badai Tropis Penha Mendarat di Bayabas Mindanao, Berdampak Angin Kencang di Sangihe dan Talaud

Tahun 1988 Harga Tuna Sirip Kuning Rp 600 Per Kilogram, Kini Rp 58 Ribu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.