Darilaut – Keanekaragaman spesies dan ekosistem menurun lebih cepat dibandingkan masa sebelumnya dalam sejarah umat manusia.
Hal ini karena perubahan penggunaan lahan dan laut, eksploitasi langsung terhadap organisme, perubahan iklim, polusi, dan invasi spesies asing. Diperkirakan satu juta spesies terancam punah dalam beberapa dekade.
Padahal, keanekaragaman hayati adalah kunci kesejahteraan manusia, planet yang sehat, dan kemakmuran ekonomi bagi semua orang.
Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (2022) menetapkan rencana untuk mengubah hubungan masyarakat kita dengan keanekaragaman hayati.
Konferensi Bern III di Swiss yang sedang berlangsung, tanggal 23-25 Januari, untuk memperkuat kerja sama demi implementasi kerangka kerja yang efektif dan efisien.
Konferensi ini mengidentifikasi peluang untuk mendorong dan mengoordinasikan pendekatan kolaboratif yang inklusif menuju implementasi kerangka kerja tersebut.
Tujuan utama konferensi ini, pertama, mengidentifikasi peluang untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dalam menerapkan Kerangka Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal di semua tingkatan.
Membuat rekomendasi mengenai langkah-langkah lebih lanjut yang dapat diambil untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi sambil mengakui peran dan mandat masing-masing pihak terkait.
Tuan rumah pemerintah Swiss menegaskan komitmennya bekerja sama dengan Program Lingkungan PBB (UNEP) dan Sekretariat Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) dalam menyelenggarakan pertemuan tersebut.
