Minggu, Mei 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Apakah Paus Kentut?

redaksi
21 Mei 2021
Kategori : Kajian, Orca
0
Apakah Paus Kentut?

Paus sperma. FOTO: Wade & Robyn Hughes/Whalescientists.com

Darilaut – Sebagai seorang anak, Anda mungkin pernah menemukan buku “Semua Orang Buang“. Nah, bagaimana dengan kentut?

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia perut paus dan mencoba menjawab, “Apakah Paus Kentut?”

Buang gas atau kentut dapat dilihat pada sebagian besar mamalia, bahkan mamalia laut!

Ini memungkinkan hewan melepaskan udara yang telah terperangkap di dalam perut. Kentut meredakan masalah pencernaan, kram perut, atau berbagai komplikasi lain yang disebabkan oleh penumpukan gas pencernaan.

Ada dua alasan utama mengapa seekor hewan mungkin harus buang angin atau kentut: terlalu banyak udara atau pencernaan!

Jumlah udara yang berlebihan bisa masuk ke dalam hewan. Ini biasanya terjadi saat bernapas atau saat mengonsumsi makanan atau air minum.

Tidak seperti manusia, paus dan lumba-lumba menelan makanan mereka secara utuh, jadi itu adalah kombinasi. Meskipun mereka mengonsumsi air laut saat makan, mereka dapat menyaring garam dengan sangat efektif!

Para ilmuwan menggambarkan paus kentut sebagai gelembung yang keluar dari bawah tubuhnya melalui “lubang sembur yang berbau“. Bau tersebut, kata para ilmuwan, sebagai percampuran antara kentut dan bau amis.

Alasan selanjutnya, berasal dari makanan yang diuraikan oleh enzim. Asam lambung dan bakteri di dalam perut membuat gas beracun perlu dikeluarkan dari tubuh. Hal ini untuk mencegah rusaknya sistem pencernaan hewan, seperti nitrogen, oksigen, metana, belerang, dll.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Mamalia lautpausWhalescientists.com
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Banjir Rendam Tanah Bumbu dan Kutai Timur

Next Post

Banjir Melanda Ogan Komering Ulu dan Aceh Selatan

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Dua Paus Orca Bermain Dekat Rumpon Nelayan Gorontalo di Teluk Tomini

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Tren Memprihatinkan: 24 Hiu Paus Terdampar di Selatan Jawa dalam 3 Tahun

Nekropsi Temukan Udang Rebon dalam Lambung Hiu Paus, Indikasi Keracunan Muncul

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

Next Post
Banjir Melanda Ogan Komering Ulu dan Aceh Selatan

Banjir Melanda Ogan Komering Ulu dan Aceh Selatan

Komentar tentang post

TERBARU

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Fakultas Kedokteran UNG Edukasi Pencegahan Diabetes di Bone Bolango

Plastik Daur Ulang untuk Kemasan Makanan Perlu Pengamanan Lebih Ketat

Nanoplastik yang Berpotensi Masuk Dalam Darah Manusia

Mikroplastik dan Nanoplastik, Ilmuwan Telah Mendeteksi dalam Darah Manusia dan Paru-Paru

Perjuangan Melawan Perubahan Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengapa Makan Ikan itu Penting?

Tarif Produk Olahan Tuna Indonesia Bebas Bea Masuk ke Jepang

2018, Sebanyak 688.951 Wisman ke Kawasan Perbatasan

Suhu Global Melonjak, PBB Mendesak Tindakan Iklim Dramatis

Ganti Rugi Kerusakan Terumbu Karang Bunaken

Setiap Tahun 100 Ribu Hewan Laut Mati Karena Sampah Plastik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.