Kamis, Agustus 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Apakah Paus Kentut?

redaksi
21 Mei 2021
Kategori : Kajian, Orca
0
Apakah Paus Kentut?

Paus sperma. FOTO: Wade & Robyn Hughes/Whalescientists.com

Darilaut – Sebagai seorang anak, Anda mungkin pernah menemukan buku “Semua Orang Buang“. Nah, bagaimana dengan kentut?

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi dunia perut paus dan mencoba menjawab, “Apakah Paus Kentut?”

Buang gas atau kentut dapat dilihat pada sebagian besar mamalia, bahkan mamalia laut!

Ini memungkinkan hewan melepaskan udara yang telah terperangkap di dalam perut. Kentut meredakan masalah pencernaan, kram perut, atau berbagai komplikasi lain yang disebabkan oleh penumpukan gas pencernaan.

Ada dua alasan utama mengapa seekor hewan mungkin harus buang angin atau kentut: terlalu banyak udara atau pencernaan!

Jumlah udara yang berlebihan bisa masuk ke dalam hewan. Ini biasanya terjadi saat bernapas atau saat mengonsumsi makanan atau air minum.

Tidak seperti manusia, paus dan lumba-lumba menelan makanan mereka secara utuh, jadi itu adalah kombinasi. Meskipun mereka mengonsumsi air laut saat makan, mereka dapat menyaring garam dengan sangat efektif!

Para ilmuwan menggambarkan paus kentut sebagai gelembung yang keluar dari bawah tubuhnya melalui “lubang sembur yang berbau“. Bau tersebut, kata para ilmuwan, sebagai percampuran antara kentut dan bau amis.

Alasan selanjutnya, berasal dari makanan yang diuraikan oleh enzim. Asam lambung dan bakteri di dalam perut membuat gas beracun perlu dikeluarkan dari tubuh. Hal ini untuk mencegah rusaknya sistem pencernaan hewan, seperti nitrogen, oksigen, metana, belerang, dll.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Mamalia lautpausWhalescientists.com
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Banjir Rendam Tanah Bumbu dan Kutai Timur

Next Post

Banjir Melanda Ogan Komering Ulu dan Aceh Selatan

Postingan Terkait

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

26 Agustus 2026
Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

29 Juli 2026

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Banjir Melanda Ogan Komering Ulu dan Aceh Selatan

Banjir Melanda Ogan Komering Ulu dan Aceh Selatan

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Bandang Dahsyat Menerjang Nepal, 95 Orang Tewas, 391 Wisatawan Hilang

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

UNG Mencatat 82 Mahasiswa Berprestasi Internasional, 521 Nasional

Banjir Melanda Parigi Moutong

Kondisi Masih Cenderung Kering, Kemarau Berlanjut, Peluang Awan Hujan Tetap Ada

BMKG Pantau Titik Panas dan Sebaran Asap di Berbagai Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 90S Berada di Barat Daya Pulau Enggano Bengkulu

Prospek Industri Mutiara Berbasis Masyarakat

Identifikasi Senyawa Bioaktif Biota Laut

Prof John Ario Katili Pernah Ingatkan Patahan Aktif di Teluk Palu

Kapsul Lunak Dari Rumput Laut

Ekspedisi Pinisi Distribusi 70 Ton Bahan Makanan di Palu-Donggala-Sigi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.