Media massa digital dan daring juga perlu membuat semacam komunitas anti-hoaks dan anti-ujaran kebencian dengan melibatkan banyak pihak.
“Saat ini banyak BUMN dan perusahaan yang ingin dicitrakan ikut dalam kampanye anti hate speech dan anti hoax,” ujar Wens.
Media yang menjadi anggota AMSI perlu melakukan kolaborasi dengan Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi untuk ikut mengangkat bisnis UMKM.
“Buka jalan bagi user untuk beli. Ini penting, karena saat ini semua orang berjualan pakai teknologi digital. Kita media digital yang setiap saat dikunjungi karena orang ingin update informasi,” kata Wens.
Keinginan ini bisa dijawab oleh media massa digital. Dalam hal turisme, media massa digital dan daring bisa berkolaborasi dalam hal kunjungan destinasi wisata, perhotelan, konten, tiket, dan pemesanan tempat.
“Kita belum terbiasa bahwa beli jual beli tiket pariwisata bisa di media massa,” kata Wens. Media massa terbiasa menulis wisata tanpa ada tindak lanjut untuk masuk ke bisnisnya.
Media massa juga perlu menampilkan semacam agenda kota, seperti jadwal pameran, seminar, peluncuran produk atau program sesuatu, dan mengarahkan pembaca untuk berpartisipasi.
“Ini paling mudah dibikin. Misalkan konser musik tanggal sekian, webinar tanggal sekian. Itu bisa diklik di website kita. Jadi orang mau tahu apa yang terjadi di kota itu dalam sebulan ke depan, datang ke tempat kita,” kata Wens.





Komentar tentang post