Karena itu, Dedi bersama personil Kepolisian Sektor Paguyaman Pantai langsung mengambil inisiatif dengan cara mengambil air bersih dengan menggunakan tong besar dan disalurkan kepada warga sekitar secara gratis.
Mereka sangat bersyukur dengan adanya inisiatif dari personil Polsek Paguyaman Pantai yang telah membantu meringankan penderitaan mereka akibat krisis air bersih, ujar Dedi.
Warga Desa Lito yang berada di pesisir Teluk Tomini tersebut memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan bertani. Hal ini karena kondisi geografis dari Desa Lito yang berbatasan dengan Teluk Tomini.
Pada musim angin timur sebagian masyarakat mengolah lahan pertanian dan pada musim angin barat mereka turun melaut sebagai nelayan, selain juga ada profesi lainnya.
Berdasarkan laporan Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tahun 2018, salah satu permasalahan di Desa Lito adalah kekeringan.
Saat KKS berlangsung, tim telah mendata kekeringan berkepanjangan karena curah hujan yang minim dan musim kemarau.
Laporan KKS UNG tersebut juga menampilkan peta kerentanan kekeringan dan kebakaran hutan Desa Lito. Selain itu, telah terbentuk Desa Tangguh Bencana dan Forum Siaga Bencana.
Kekeringan yang terjadi di Desa Lito lebih mengarah pada ketersediaan air yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan. Baik untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi, dan lingkungan.





Komentar tentang post