Para oportunis ini tidak terlibat dalam perkelahian, mereka hanya menunggu di belakang sampai ada cangkang yang ditinggalkan oleh penghuninya dan segera menempati cangkang tersebut.
Manfaat kelomang, selain bisa dikonsumsi, sebagai umpan memancing ikan dan binatang peliharaan, juga menjadi indikator dari berbagai kondisi lingkungan. Bila terjadi intrusi air tawar (buangan air tawar dari rumah tangga), maka kelomang jenis tertentu saja yang bisa hidup.
Ketika kelomang ditemukan dalam jumlah berlimpah pada suatu daerah maka dapat dikatakan bahwa terjadi kematian moluska gastropoda, karena kelomang sangat tergantung dari ada tidaknya cangkang gastropoda.
“Kelomang adalah pemakan segala (scavenger), sehingga fungsinya di alam adalah mendaur ulang dengan cara memakan serasah dan biota,” kata Rahayu.
Terdapat 39 persen dari genus dan 17 persen dari spesies yang ditemukan diperairan laut dunia dapat ditemukan di Indonesia.
Jenis terbanyak yang ditemukan adalah family diogenidae yang umumnya ditemukan di daerah litoral.
Untuk mengungkapkan kekayaan jenis kelomang di Indonesia perlu dilakukan koleksi lebih intensif di daerah subtidal dan laut dalam.





Komentar tentang post