Darilaut – Korban tewas dan hilang akibat akibat badai siklon (cyclonic storm) atau siklon tropis Senyar di Asia Tenggara terus bertambah.
Hingga pekan ini Selasa (2/12) lebih dari 780 orang tewas karena badai tropis ini di Indonesia, Thailand dan Malaysia.
Nationthailand.com melaporkan Thailand Selatan telah mengalami peningkatan jumlah kematian akibat banjir yang terkonfirmasi setidaknya 176 jiwa, dengan Provinsi Songkhla mencatat jumlah korban tertinggi, yaitu 131 jiwa.
Save the Children memperkirakan sekitar 76.000 anak di wilayah tersebut tidak dapat kembali bersekolah akibat banjir yang masih berlangsung.
Meskipun pemerintah Thailand telah memulai upaya bantuan, pemerintah menghadapi kritik tajam atas keterlambatan respons terhadap krisis ini.
Di Malaysia, negara bagian Perlis telah terdampak parah oleh hujan deras dan banjir yang meluas, yang mengakibatkan setidaknya tiga kematian.
Sementara di Indonesia, berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (1/12) pukul 17.00 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 604 jiwa dan 464 jiwa masih dinyatakan hilang.
Di Sumatra Utara tercatat 283 jiwa meninggal dunia setelah tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) kembali menemukan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Para korban tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Kota Padangsidimpuan, Deli Serdang, dan Nias. Sementara itu, jumlah korban hilang tercatat sebanyak 173 jiwa.




