Darilaut – Kendati kemarau mulai meluas, hujan dengan intensitas signifikan (lebat hingga sangat lebat) masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di bagian utara Indonesia dan wilayah ekuator.
Pada Dasarian II Juni 2026, anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di region Nino 3.4 tercatat sebesar +1.61. Angka ini mengindikasikan El Nino Condition, yang menjadi sinyal kuat akan berkurangnya curah hujan di berbagai wilayah.
Selain itu, suhu udara maksimum selama periode 22–24 Juni 2026 juga tercatat cukup tinggi, berkisar antara 35 – 35,5°C di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Suhu tertinggi bahkan terpantau di Papua Barat yang mencapai 38,6°C.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan pada periode 26 – 28 Juni 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.




