Kemdiktisaintek Luncurkan Prodi Pendidikan Dokter Spesialis di Gorontalo

Peluncuran program studi pendidikan dokter spesialis dan subspealis wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara di di Gorontalo, pada Selasa (3/3). FOTO: RACHMAD HIDAYAH/HUMAS UNG

Darilaut – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menghadiri peluncuran program studi  (prodi) pendidikan dokter spesialis dan subspealis wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.

Kegiatan ini berlangsung di Ballroom TC Damhil Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Selasa (3/3).

“Indonesia kekurangan dokter spesialis (baik) dari segi jumlah dan distribusi,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Khairul Munadi, saat peluncuran di Gorontalo.

“Ini sebuah tuntutan dari masyarakat yang coba dipenuhi utk meningkatkan layanan kesehatan.”

Prof. Khairul mengatakan dengan dibukanya prodi Pendidikan dokter spesialis ini salah satu bentuk penyelesaian isu kesehatan yang membutuhkan kepakaran di berbagai daerah di Indonesia.

Terutama dalam konteks layanan kesehatan, serta menindaklanjuti amanat presiden. Hingga saat ini telah dibuka 160 prodi termasuk di UNG dan Unsrat.

”Sejatinya sudah melampaui target yang disampaikan presiden,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Khairul Munadi, saat peluncuran program studi pendidikan dokter spesialis dan subspealis wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara di di Gorontalo, pada Selasa (3/3). FOTO: RACHMAD HIDAYAH/HUMAS UNG

Mengenai pembiayaan pendidikan dokter, kata Prof. Khairul, aspek ini menjadi perhatian kita bersama. Namun, untuk ijin pembukaan prodi tidak ada biaya.

Menurut Prof. Khairul program pendidikan dokters spesialis adalah akselerasi di fakultas kedokteran.

Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok mengatakan sejauh ini program pendidikan dokter spesialis di Pulau Sulawesi hanya ada di Universitas Hasanuddin dan Universitas Sam Ratulangi.

“Bagaimana pemenuhan dokter spesialis ini khususbya kawasan Teluk Tomini, UNG dipercayakan untuk program studi Anestesiologi dan Terapi Intensif,” kata Rektor.

Insya Allah ke depan akan menghasilkan spesialis anestesi.”

Menurut Rektor prodi ini menjawab kekurangan dokter spesialis untuk kebutuhan di daerah. UNG akan mengawal pengembangan dokter spesialis ini agar dapat berkontribusi untuk masyarakat.

Peluncuran program studi pendidikan dokter spesialis dan subspealis wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara di di Gorontalo, pada Selasa (3/3). FOTO: RACHMAD HIDAYAH/HUMAS UNG

Sementara itu, Gubernur Provinsi Gorontalo Gusnar Ismail menyoroti mahalnya Pendidikan kedokteran di Indonesia.

Pendidikan tinggimasih dalam suasana yang mahal, apalagi pendidikan di fakultas kedokteran.

Perhatian Kemdiktisaintek di Gorontalo sangat besar, di tengah keterbatasan anggaran, ”ini rahmat besar,” kata Gubernur Gorontalo.

Dari Fakukltas Kedokteran UNG, ”terjadi lompatan” untuk prodi Anestesiologi. Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata Gusnar, akan memberikan dukungan untuk UNG.

Gubernur Gorontalo mendorong UNG untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya, termasuk dengan swasta.

Hadir dalam acara peluncuran yang mewakili Rektor Unsrat, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas M.T. Mopili, Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu, Wakil Bupati Pohuwato Iwan Adam dan sejumlah pejabat kabupaten dan kota se Provinsi Gorontalo, serta Fakultas Kedokteran lainnya secara online. (VM)

Exit mobile version