Jumat, Juni 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kemenpar Dorong Percepatan Desa Wisata dan Homestay Berbasis Teknologi

redaksi
11 Juli 2019
Kategori : Berita, Travel
0
Jembatan Cinta, Tracking Mangrove di Sebatik, Perbatasan Indonesia-Malaysia

Jembatan Cinta, tracking mangrove di Pulau Sebatik, perbatasan Indonesia dan Malaysia. FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggandeng Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) untuk bekerja sama mendorong percepatan pengembangan desa wisata dan homestay berbasis teknologi.

Ketua Umum APKASI Abdullah Azwar Anas mengatakan, APKASI yang beranggotakan 400 kabupaten di seluruh Indonesia berkomitmen mendukung berbagai program dalam mengembangkan berbagai sektor pariwisata daerah.

“Salah satu program yang ingin dikembangkan adalah pariwisata. Kami akan dorong cross border tourism terutama daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” kata Azwar, saat penutupan APKASI Otonomi Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Jumat (5/7) pekan lalu.

Menurut Azwar, langkah sinergi ini sekaligus menjadi bagian dari strategi mengembangkan kemajuan seni budaya daerah. Selain itu, akan ada penetapan sejumlah daerah prioritas untuk percepatan sebagai kawasan wisata lintas batas ini.

“Kami telah sepakat dengan Kemenpar untuk memilih Atambua NTT sebagai wilayah prioritas percepatan pengembangan cross border tourism. Harapannya, daerah lain akan terinspirasi dan mengikuti langkah ini,” ujar Azwar.

Pemerintah sedang menargetkan akan ada sekitar 2.000 desa wisata lintas batas.

Azwar mengatakan, di era digital yang juga lekat dengan generasi melek teknologi ini, dibutuhkan inovasi, serta kerja sama dibidang pariwisata dengan sejumlah perusahaan teknologi, seperti startup.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: kawasan perbatasanPariwisataPerbatasan Indonesia - Malaysia
Bagikan7Tweet2KirimKirim
Previous Post

Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur

Next Post

Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Sebagai Terminal Penumpang

Postingan Terkait

Malam Tropis di Eropa

Malam Tropis di Eropa

26 Juni 2026
Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

26 Juni 2026

Rektor UNG Lantik Pengurus Ormawa 2026

Gempa Ganda Venezuela M 7,5 dan M 7,2 Akibat Proses Interaksi Patahan yang Kompleks

PBB Bergerak Cepat Membantu Korban Gempa Venezuela

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

Risiko Ranjau Laut di Selat Hormuz

Testimoni Seorang Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz

Next Post
Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Sebagai Terminal Penumpang

Pelabuhan Labuan Bajo Dikembangkan Sebagai Terminal Penumpang

Komentar tentang post

TERBARU

Malam Tropis di Eropa

Rekor Pecah, Gelombang Panas Menghantam Eropa

Rektor UNG Lantik Pengurus Ormawa 2026

Gempa Ganda Venezuela M 7,5 dan M 7,2 Akibat Proses Interaksi Patahan yang Kompleks

PBB Bergerak Cepat Membantu Korban Gempa Venezuela

Gempa Dahsyat Beruntun M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, 164 Orang Tewas

AmsiNews

REKOMENDASI

BRIN Dorong Kolaborasi Regional untuk Wujudkan Kebijakan Adaptasi Iklim Berbasis Sains

Badai Tropis Penha Melemah di Laut Sulu

Mengapa Pengeboman Ikan di Perairan Togean Masih Marak Terjadi

Hiu Paus Mati di Prefektur Tottori, Jepang

Lanal Dumai Tangkap Dua Kapal dari Malaysia

Ambalat, Kaya Potensi Ikan, Minyak dan Gas Bumi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.