Salah satu masalah penting yang dihadapi dalam pembangunan ekonomi adalah bagaimana menghadapi trade-off antara pemenuhan kebutuhan pembangunan di satu sisi dan upaya mempertahankan kelestarian lingkungan di sisi lain.
Bengkulu memiliki topografi yang sangat lengkap sehingga potensi pertanian di sana sangat besar.
Namun Bengkulu menjadi kota termiskin nomor 2 di Pulau Sumatera, dan termiskin nomor 7 di Indonesia.
Jadi dari segala potensi yang besar ini, belum mampu meningkatkan ekonomi di Provinsi Bengkulu.
Nelayan di Bengkulu juga sangat identik dengan kemiskinan, karena nelayan sangat dipengaruhi oleh climate change di mana daerah Bengkulu ini merupakan pusat iklim dunia, kata Gita.
Pembangunan ekonomi yang berbasis sumber daya alam yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan pada akhirnya akan berdampak negatif pada lingkungan itu sendiri, karena pada dasarnya sumber daya alam dan lingkungan memiliki kapasitas daya dukung yang terbatas.
Pembangunan berkelanjutan adalah sebagai upaya manusia untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem yang mendukung kehidupannya.
Dari sektor perikanan tangkap skala kecil, Gita melakukan penelitian untuk menganalisis status keberlanjutan dan dimensi keberlanjutan usaha perikanan tangkap skala kecil di Provinsi Bengkulu.





Komentar tentang post