Nunung mengatakan, kegiatan bersih dalam 1 hari memang tidak mampu menyelesaikan permasalahan sampah dengan tuntas. Tapi 1 hari akan lebih baik dibandingkan tidak sama sekali.
“Kami berharap melalui gerakan ini, dengan massa yang terkumpul, mampu memberikan kesadaran kepada seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai dan meningkatkan kepedulian lingkungan. Karena peduli juga butuh aksi,” ujarnya.
Menurut pegiat lingkungan Renald Yude, momen ini sebagai salah satu cara untuk mengampanyekan gerakan meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai. Caranya? Dengan mengimbau para peserta aksi bersih-bersih untuk membawa botol minuman masing-masing.
Dalam kegiatan ini, panitia hanya menyediakan air isi ulang. Dengan begitu, sudah meminimalisir produksi sampah botol plastik.
Secara perlahan gaya hidup ramah lingkungan akan menjadi kebiasaan jika rutin diterapkan. “Ya semua balik lagi pada kesadaran dan kemauan diri. Mulai dari diri sendiri,” ujar Renald.
Dukungan semua pihak sangat diharapkan untuk kesuksesan pelaksanaan aksi bersih sedunia. Keikutsertaan Kepri untuk yang kedua kalinya. Tahun lalu, kegiatan WCD di Kepri melibatkan sebanyak 36.917 peserta se-provinsi.
Pemerintah Provinsi Kepri telah menerima sejumlah relawan WCD Kepri pada 13 Agustus lalu. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Provinsi Kepri mendukung kegiatan WCD pada 21 September.*





Komentar tentang post