Dari hasil studi sementara, terdapat beberapa temuan menarik. Salah satunya temuan record baru anggrek Dendrobium cuneatum di region Papua.
Peneliti BRIN, Destario Metusala, mengatakan, anggrek berbunga mini berwarna kehijauan ini sebelumnya hanya ditemukan di region Sulawesi dan Maluku.
“Temuan spesies ini di Pulau Batanta (region Papua) akan menambah informasi terkait jangkauan distribusi alaminya yang ternyata melewati zona Wallacea dan mencapai zona biogeografi Australasia,” ujarnya.
Selain itu, hasil studi juga telah menemukan anggrek akar Taeniophyllum torricellense yang sebelumnya hanya ditemukan di dua lokasi, yaitu Pulau San Cristobal di Kepulauan Solomon dan pegunungan Torricelli di Papua Nugini.
Tim juga menemukan anggrek epifit Dendrobium incumbens. Sebelumnya record anggrek ini hanya berasal dari dua titik lokasi di Papua Nugini, yaitu distrik Sepik dan Morobe.
Lokasi-lokasi yang disebutkan tadi berjarak sangat jauh dengan Pulau Batanta di Papua Barat. Penemuan anggrek Taeniophyllum torricellense dan Dendrobium incumbens ini akan menambah jumlah keragaman spesies anggrek untuk negara Indonesia.
Tidak hanya melakukan inventarisasi anggrek, tim juga melakukan observasi dan perekaman berbagai upaya pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan oleh masyarakat adat setempat sebagai petunjuk awal kajian lebih lanjut terkait potensi keanekaragaman hayati di Pulau Batanta.





Komentar tentang post