Senin, Maret 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Coscinium fenestratum, Obat Tradisional Malaria di Pulau Batanta

redaksi
28 Maret 2022
Kategori : Berita, Kesehatan
0
Coscinium fenestratum, Obat Tradisional Malaria di Pulau Batanta

Ilustrasi tumbuhan pantai. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Lebih dari 100 Jenis tumbuhan digunakan masyarakat di Pulau Batanta, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, untuk berbagai keperluan sehari-hari. Salah satunya untuk pengobatan tradisional.

Contoh kearifan lokal masyarakat adat Batanta untuk pengobatan adalah pemanfaatan tumbuhan “wil-gelfun” (Coscinium fenestratum).

Tumbuhan ini terdapat di hutan dan digunakan untuk pengobatan tradisional malaria, sakit mata, gangguan pencernaan, serta badan letih.

“Tumbuhan “teliih” (Terminalia catappa) yang banyak tumbuh liar di pesisir digunakan untuk mengobati luka terbuka, gangguan pencernaan, hingga diare,” kata Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Destario Metusala, mengutip siaran pers BRIN, Jumat (25/3).

Destario mengatakan berbagai sample tumbuhan yang telah dikumpulkan ini, dicatat menggunakan nama lokal bahasa Batanta/Batta.

Selanjutnya tim akan melakukan identifikasi untuk mengetahui nama ilmiahnya, sehingga akan memudahkan untuk dilakukan kajian lebih mendalam.

Penelitian ini memiliki nilai urgensi yang tinggi, mengingat jumlah masyarakat suku Batanta yang tergolong terbatas dan umumnya mendiami kawasan selatan Pulau Batanta, tepatnya di tiga kampung yaitu Yenanas, Waiman dan Wailebet.

Kearifan lokal masyarakat adat dalam memanfaatkan tumbuhan di sekitarnya perlu didokumentasikan agar pengetahuan tersebut tidak punah.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINKSDAobat-obatanPapua BaratRaja Ampat
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

Keragaman Anggrek di Pulau Batanta, Raja Ampat

Next Post

40% Obat yang Digunakan Secara Klinis Berasal Dari Alam

Postingan Terkait

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

16 Maret 2026
Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

16 Maret 2026

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

Next Post
Candidaspongia Sebagai Obat untuk Anti Kanker

40% Obat yang Digunakan Secara Klinis Berasal Dari Alam

Komentar tentang post

TERBARU

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

Penyelam Gorontalo Menggelar Tumbilotohe Underwater

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Siklon Tropis 12S Terbentuk di Dekat Kepulauan Cocos

Badai Tropis Kalmaegi Terbentuk di Utara Teluk Cendrawasih Papua

Topan Noru Bergerak Menuju Vietnam, 5 Penyelamat Meninggal di Filipina

Otoritas Perikanan Jepang Membiarkan Paus Minke Terjebak dalam Jaring

AP2HI di Bitung Terima 54 Unit Tablet untuk Pelaporan E-Logbook

Inflasi Provinsi Gorontalo Sebesar 4,65 Persen Tertinggi di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.