Robert mengatakan sebagai anggota masyarakat internasional, Filipina mengandalkan hukum internasional untuk mengklarifikasi tanggung jawab dan komitmen untuk memajukan aksi iklim, termasuk emisi gas rumah kaca dan polusi laut.
“Kuliah ini sangat penting untuk pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara UNCLOS dan UNFCCC,” ujarnya.
Kunjungan Heidar juga berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab global untuk melindungi lautan planet ini dan memastikan bahwa hukum internasional mendukung ketahanan iklim.
Sekretaris Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Maria Antonia Yulo Loyzaga mengatakan Filipina akan terus bekerja sama dengan negara-negara lain dalam berkontribusi pada pekerjaan yang sedang berlangsung yang didasarkan pada keterkaitan lautan yang sehat, perubahan iklim, dan hak asasi manusia.
Komisi Perubahan Iklim akan terus bekerja sama dengan lembaga akademik, badan internasional, dan pemangku kepentingan untuk memastikan Filipina tetap menjadi yang terdepan dalam tata kelola iklim dan laut.




