Dirjen Agus didampingi Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air KPLP Een Nuraini Saidah, Kasubdit Tertib Berlayar KPLP Capt Dedtri Anwar, Kepala Seksi Kecelakaan Kapal dan Pemeriksaan Kapal KPLP Agus Pujo Imantoro, Kasubbag Kerjasama Luar Negeri Barkah Bayu Mirajaya, Ketua Umum Women in Maritime (WIMA) Indonesia Dr Chandra Motik dan perwakilan unit kerja terkait lainnya.
“Indonesia selalu siap dan mendukung program APHoMSA untuk mencapai visi utamanya yaitu menciptakan lingkungan maritim yang aman, terjamin dan bersih di kawasan Asia-Pasifik,” kata Agus, Selasa (18/5).
Agus mengatakan menyampaikan sejak Indonesia menjadi anggota Tokyo MoU tahun 1996, akhirnya di tahun 2021 Indonesia berhasil masuk ke dalam kriteria White List dalam Tokyo MoU berdasarkan hasil Laporan Tahunan Tokyo MoU Tahun 2020.
Selain itu, setiap tahunnya Indonesia juga selalu berada di 5 besar terbaik negara anggota Tokyo MoU yang paling banyak memberikan kontribusi dalam pemeriksaan kapal.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras selama tiga tahun terakhir yang terbangun melalui sinergi antara Kementerian Perhubungan, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), INSA dan semua pihak,” ujar Agus.
Menurut Agus, Ditjen Perhubungan Laut memiliki kewajiban untuk menjamin kapal-kapal berbendera Indonesia telah memenuhi persyaratan konvensi internasional serta meminimalisir kemungkinan kapal berbendera Indonesia di-detain atau ditahan di luar negeri.





Komentar tentang post