Para peraih penghargaan MTA 2021, dinilai melalui proses bertahap, mulai dari kandidasi sebanyak 700 tokoh dan organisasi yang diolah melalui mesin pencari digital. Kemudian diakhiri dengan penjurian kualitatif untuk menentukan pemenang oleh lima orang Dewan Juri akademisi komunikasi berpengaruh dari lima perguruan tinggi besar di Yogyakata.
Mereka adalah Dr Masduki (Universitas Islam Indonesia), Dr Christina Rochayanti (UPN “Veteran” Yogyakarta), Dr Adhianty Nurjanah (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Dr Rahayu (Universitas Gadjah Mada), dan Dr Lukas Ispandriarno (Universitas Atma Jaya Yogyakarta).
“Kami menyeleksi para kandidat pemenang itu dengan sangat ketat selama dua bulan, dengan melibatkan enam indikator penilaian dari juri yang sangat kredibel,” ujar Founder & CEO MAW Talk Asmono Wikan.
Salah satu indikator penilaian itu adalah tentang “Nilai-nilai Ngayogyokarto” yang “harus” dimiliki para Tokoh yang meraih penghargaan ini. Dalam pandangan Juri, nilai-nilai tersebut menyangkut persepsi publik tentang Yogyakarta sebagai daerah/kota intelektual, terbuka, dinamis, guyub, dan toleran.
“Nilai-nilai itu penting kami sematkan kepada para pemenang sebagai faktor genuine yang autentik dari penghargaan MAW Talk Awards,” kata Dr Masduki, Koordinator Dewan Juri MTA 2021.





Komentar tentang post