Kiat Jadi Ilmuwan Paus

FOTO: WHALE SCIENTISTS

Darilaut – Melihat paus dan lumba-lumba (cetacea) membuat banyak orang terpesona. Namun, menjadi ilmuwan paus memiliki banyak tantangan.

Ilmuwan paus adalah bidang yang sangat kompetitif. Dibutuhkan kerja keras, dedikasi, semangat, dan kesabaran.

Jalan untuk menjadi ilmuwan paus penuh rintangan. Mengapa?

Dari sisi ilmu itu sendiri, yang menjadi tantangan karena satwa ini hidup di dunia yang berbeda.
Mereka hanya menghabiskan 10 persen waktunya di permukaan.

Mengambil bidikan dengan menggunakan kamera untuk keperluan identifikasi foto, mendapatkan biopsi kulit, biasanya dapat memakan waktu hingga 5 jam, di atas kapal. Termasuk dalam kondisi cuaca yang buruk.

Dengan izin founders Whale Scientists, Anaïs Remili, Darilaut.id menyajikan kiat untuk menjadi ilmuwan paus.

Pertama, semangat.

Setiap studi yang dilakukan tentang paus adalah sebuah tantangan. Jika Anda tidak 100 persen bersemangat tentang apa yang Anda lakukan, Anda akan gagal.

Kedua, ketahui ke mana Anda ingin pergi.

Ada berbagai jenis ilmu tentang paus. Meskipun selalu berganti bidang, disarankan ada gambaran yang jelas tentang apa yang ingin Anda kerjakan.

Apakah ingin belajar akustik? Perilaku? Ini penting karena akan menetapkan jalur untuk memastikan apa yang diinginkan.

Selain itu, memiliki gagasan yang jelas tentang jenis pekerjaan yang ingin dilakukan akan membuat Anda tampil lebih meyakinkan.

Ketiga, bersikaplah baik di sekolah.

Menjadi ilmuwan paus membutuhkan banyak keterampilan di banyak domain yang berbeda. Sangat jelas, Anda harus pandai di bidang Anda.

Misalnya, jika ingin mempelajari sebaran habitat cetacean, Anda harus menguasai bidang ekologi, seperti dalam statistik.

Anda juga membutuhkan keterampilan menulis yang sangat baik. Terutama untuk mempublikasikan hasil penelitian.

Keempat, sosialisasi dan semangat tim.

Mengerjakan kegiatan yang terkait dengan paus membutuhkan kerja sama dengan tim.

Jadi, perlu bersikap baik dan membantu kolega Anda. Sains adalah tentang bekerja sebagai tim untuk mengungkap keajaiban di balik keindahan alam.

Memiliki hubungan yang baik dengan kolega dan sesama ilmuwan akan memungkinkan Anda mendapatkan kesempatan untuk bekerja di seluruh dunia.

Kami adalah contoh nyata bahwa bersosialisasi adalah kunci peluang baru. Dunia mamalia laut ini kecil.

Semua orang saling mengenal satu sama lain. Bersikaplah baik kepada teman-temanmu.

Kelima, bersikap fleksibel.

Anda harus mampu beradaptasi dengan banyak situasi berbeda. Apalagi saat bekerja di laut.
Anda dapat bertanya kepada setiap ahli biologi kelautan di luar sana.

Jadi, Anda perlu beradaptasi dan mengambil semuanya dengan cara yang benar.

Terkadang, Anda menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyiapkan proyek baru, berpikir dan melakukan riset.

Tiba-tiba, seseorang menerbitkan makalah yang membahas persis apa yang ingin Anda lakukan.

Jadi, Anda harus beradaptasi dan mengubah proyek Anda. Kadang-kadang, Anda mencoba menerbitkan sesuatu dan kemudian mendapatkan komentar buruk dari rekan-rekan Anda dan harus mengubah bagian utama dari makalah Anda…

Sesuatu terjadi, itu adalah bagian dari permainan, cobalah menghadapinya dengan pikiran yang tenang.

Ilmuwan paus yang juga founder situs web Whalescientists.com, Anaïs Remili. FOTO: WHALE SCIENTISTS

Keenam, bersikap tangguh.

Ada banyak cara melakukan penelitian yang bisa jadi sulit, baik secara fisik maupun mental.

Anda dapat melihat paus berparuh Cuvier (paus kecil yang sangat sulit ditangkap), tidak dapat mengambil foto yang tepat untuk mengidentifikasinya sebelum menyelam selama satu jam.

Ketujuh, terorganisir.

Jangan meremehkan kekuatan keterampilan organisasi yang baik. Eksperimen, pengumpulan data, pengolahan atau analisis data, penulisan tesis dan publikasi, tinjauan pustaka, dan lain-lain.
Kegiatan ini memakan waktu, dan waktu Anda terbatas.

Untuk menghindari depresi, Anda perlu menjaga kehidupan sosial dan gaya hidup sehat (dengan tidur yang cukup). Jadi OR-GA-NI-ZE hari-hari Anda.

Cobalah untuk menjadi seproduktif mungkin dan pertahankan waktu luang yang cukup untuk tidak membebani diri Anda dengan belajar dan melatih minat Anda.

Kedelapan, ambil risiko.

Tidak ada kesempatan besar yang akan ditawarkan kepada Anda jika tidak mengambil risiko.

Anda bisa bepergian melintasi lautan untuk mengambil risiko dan bekerja di luar negeri. Beberapa pengalaman mungkin luar biasa, beberapa mungkin buruk.

Tetapi itu akan membantu Anda mengetahui apa yang Anda inginkan untuk karier Anda dan terutama, apa yang tidak Anda inginkan.

Setiap kegagalan akan menjadi langkah menuju kesuksesan.

Kesembilan, jaringan.

Manfaatkan setiap kesempatan untuk berbicara dengan peneliti atau tempat kerja. Jika mereka tidak menawarkan Anda kesempatan, mereka setidaknya dapat memberi beberapa nama atau kontak untuk membantu dalam perjalanan Anda.

Salah satu saran utama kami: cobalah menghadiri konferensi.

Semua orang di dalam konferensi ada di sini untuk bertemu dengan sesama ilmuwan dan siswa. Jadi, lepaskan diri Anda yang introvert, pergi ke sana dan berbicara dengan orang-orang, Anda tidak akan menyesalinya.

Kesepuluh, jangan menyerah.

Ini adalah saran terakhir dan paling penting yang bisa kami berikan kepada Anda. Tinggalkan kritik dan ikuti impian Anda.

Anda bisa melakukannya, dan kami percaya pada Anda!

Demikian saran ilmuwan paus Anaïs Remili, bagi yang ingin menggeluti dunia mamalia laut.

Di masa pandemi Covid-19, tentunya ada keterbatasan dalam kegiatan-kegiatan konferensi maupun seminar secara langsung. Yang dapat dilakukan mengikuti konferensi secara virtual.

Untuk kondisi Covid-19, ikuti kiat yang diuraikan Katharina J. Peters, selanjutnya …

Sumber: Whalescientists.com

Exit mobile version