Penambang emas di Botudulanga bukan hanya berasal dari Kabupaten Pohuwato, terutama dari Kecamatan Marisa, Buntulia dan sekitarnya.
Di lokasi ini ada penambang emas yang datang dari Kabupaten Boalemo, daerah yang bersebelahan dengan Pohuwato.
Penambang lainnya berdatangan dari Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara, mendulang emas di Botudulanga.
Pada Kamis (2/11) siang, kami berpapasan dengan tiga penambang perempuan dari Moutong. Mereka akan menuju ke salah satu lubang galian, dengan membawa baki tempat mendulang emas.
Di sepanjang aliran Sungai Botudulanga lebih 1000 penambang emas dari berbagai daerah setiap hari beraktivitas ditempat ini.
Siang itu, suhu panas menyengat kulit. Nander, 44 tahun, berbaring sejenak untuk istirahat di tenda biru kecil yang hanya bisa menampung satu orang saja.
Nander penambang emas dari Boalemo. Setiap hari dapat mendulang 1 gram emas. Bila lagi beruntung, Nander dapat mendulang 2 – 3 gram emas.
Menurut Nander, lubang galian di Botudulanga terbentuk karena penambang mengikuti material yang mengandung emas.
Istilah di lokasi pendulangan Botudulanga, material ini disebut kati. Sementara untuk penggalian di bagian perbukitan atau pegunungan disebut rep.
Kati atau rep sebagai penanda emas ada di titik tersebut, dengan pola horizontal atau vertikal, serta gabungan sejajar dan ke bawah.




