Tokoh penambang emas rakyat dari Buntulia, Pohuwato, Subroto Pakaya, 56 tahun, mengatakan, lokasi pendulangan emas di Botudulanga sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Botu Dulanga itu, kata Subroto, “batu pendulangan emas atau lokasi batu untuk pendulangan emas.”
Dalam “bahasa Gorontalo botu hulawa delo dudangata atau botu dulanga,” ujar Subroto yang mewarisi keahlian menambang emas dari ayah dan kakeknya.
Botu hulawa delo dudangata, artinya batu emas seperti cukuran kelapa.
Material yang mengandung emas di Pohuwato berada di banyak titik-titik penggalian dan pendulangan emas.
Awal pendulangan emas ratusan tahun lalu di Pohuwato bermula dari Botudulanga. Kisah penggalian dan pendulangan emas ini, kemudian menyebar ke titik lain di perbukitan dan pegunungan, seperti di Gunung Pani dan Gunung Baginite. (Verrianto Madjowa)




