Jumat, Juni 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

redaksi
9 November 2023
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Puluhan pendulang, mesin penyedot air dan ekskavator di lubang galian penambangan emas rakyat di aliran Sungai Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Mesin penyedot air menderu di Botudulanga, lokasi pendulangan emas di aliran sungai di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Puluhan pendulang emas berada di dalam lubang penggalian. Dengan menggunakan baki atau alat untuk mendulang, mereka menggoyang perlahan untuk memisahkan pasir dan butiran emas.

Di lubang tambang berupa pasir dan kerikil itu, mesin penyedot air diaktifkan untuk dibuang ke aliran Sungai Botudulanga.

Lubang tambang itu berukuran panjang sekitar 100 meter dan kedalaman lebih 20 meter. Di bagian atas, sebuah ekskavator melakukan penggalian.

Botudulanga lebih dari satu abad dikenal sebagai tempat penambangan emas rakyat di Pohuwato yang dulunya dengan kode wilayah “Pagoeat” di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Penambangan emas skala kecil ini tanpa menggunakan tromol dan merkuri untuk menangkap emas.

Alat ekskavator digunakan untuk menggali butiran emas yang bercampur dengan material pasir dan kerikil.

Penggalian ini akan membentuk lubang besar. Pendulang akan mencari emas di bagian dasar galian dibantu alat penyedot air.

Ada banyak lubang galian yang sementara aktif untuk mendulang emas di Botudulanga. Begitu pula lubang yang sudah ditinggalkan dan dipenuhi dengan air.

Tempat penambangan Botudulanga memanjang lebih dua kilo meter, dari Dusun Puodaa ke Poladingo di Desa Hulawa. Kurang lebih 30 ekskavator berada di lokasi ini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BotudulangaBuntuliaGunung PaniKabupaten Pohuwato
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

Ini 20 negara Penghasil Bahan Bakar Fosil, Salah Satunya Indonesia

Next Post

Keadaan Siap Siaga Masyarakat Penting Untuk Mengantisipasi Tsunami

Postingan Terkait

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

5 Juni 2026
Prediksi BMKG untuk Kondisi Iklim Indonesia Tahun 2026

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

5 Juni 2026

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Azerbaijan Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Azerbaijan Menyoroti Krisis Planet Akibat Perubahan Iklim

Next Post
Lere Palu

Keadaan Siap Siaga Masyarakat Penting Untuk Mengantisipasi Tsunami

TERBARU

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Cuaca Ekstrem Belum Menurun di Wilayah Indonesia

Mahasiswa KKN UNG Olah Sabut Kelapa untuk Pelestarian Lingkungan

PBB Mendesak Keselamatan Bagi Pembela Lingkungan

Ratusan Orang Dibunuh, PBB Menyerukan Perlindungan Bagi Pembela Lingkungan

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

AmsiNews

REKOMENDASI

Dewan Pers dan IMS Tanda Tangani MoU Penguatan Keamanan bagi Pers Indonesia

One Health Riau Selamatkan Penyu Sisik yang Mulutnya Tertancap Kail

ISKINDO dan KEHATI Bahas Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

Bakamla dan US Coast Guard Bahas Keselamatan Maritim

Blue Dragon, Sang Penyamar 

Cara Membuat Filamen 3D Printing dari Botol Plastik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.