Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

redaksi
9 November 2023
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Puluhan pendulang, mesin penyedot air dan ekskavator di lubang galian penambangan emas rakyat di aliran Sungai Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. FOTO: VERRIANTO MADJOWA

Darilaut – Mesin penyedot air menderu di Botudulanga, lokasi pendulangan emas di aliran sungai di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Puluhan pendulang emas berada di dalam lubang penggalian. Dengan menggunakan baki atau alat untuk mendulang, mereka menggoyang perlahan untuk memisahkan pasir dan butiran emas.

Di lubang tambang berupa pasir dan kerikil itu, mesin penyedot air diaktifkan untuk dibuang ke aliran Sungai Botudulanga.

Lubang tambang itu berukuran panjang sekitar 100 meter dan kedalaman lebih 20 meter. Di bagian atas, sebuah ekskavator melakukan penggalian.

Botudulanga lebih dari satu abad dikenal sebagai tempat penambangan emas rakyat di Pohuwato yang dulunya dengan kode wilayah “Pagoeat” di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Penambangan emas skala kecil ini tanpa menggunakan tromol dan merkuri untuk menangkap emas.

Alat ekskavator digunakan untuk menggali butiran emas yang bercampur dengan material pasir dan kerikil.

Penggalian ini akan membentuk lubang besar. Pendulang akan mencari emas di bagian dasar galian dibantu alat penyedot air.

Ada banyak lubang galian yang sementara aktif untuk mendulang emas di Botudulanga. Begitu pula lubang yang sudah ditinggalkan dan dipenuhi dengan air.

Tempat penambangan Botudulanga memanjang lebih dua kilo meter, dari Dusun Puodaa ke Poladingo di Desa Hulawa. Kurang lebih 30 ekskavator berada di lokasi ini.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BotudulangaBuntuliaGunung PaniKabupaten Pohuwato
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Ini 20 negara Penghasil Bahan Bakar Fosil, Salah Satunya Indonesia

Next Post

Keadaan Siap Siaga Masyarakat Penting Untuk Mengantisipasi Tsunami

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
Lere Palu

Keadaan Siap Siaga Masyarakat Penting Untuk Mengantisipasi Tsunami

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Paus Pembunuh di Kayu Bulan Gorontalo

Timnas U-22 Mencatat Sejarah Meraih Emas SEA Games 2023

Prestasi Mengagumkan John Ario Katili di Pulau Una-una

TNI Angkatan Laut Menangkap Kapal Ikan Berbendera Vietnam

Mengapa Orca Tidak Memangsa Manusia di Alam Liar?

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.