Darilaut – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tahun 2023 ini fokus pada pengembangan desa di pesisir Teluk Tomini.
Rektor Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Eduart Wolok, mengatakan kegiatan ini berkat kolaborasi dengan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Yogyakarta – Gorontalo dan Caritra Yogyakarta.
KKN Kolaboratif UGM-UNG ini bagian dari MOU UGM – UNG. Penandatanganan MOU pada awal 2022 lalu, saat Rektor UGM masih dijabat Prof. Panut.
Kini, setelah Rektor UGM dijabat Prof. Ova Emilia, program kolaborasi ini masih terus dilanjutkan.
Prof. Ova bahkan ke Gorontalo saat diundang memberikan orasi ilmiah pada wisuda UNG dan telah bertemu dengan beberapa kepala desa yang menjadi tempat pelaksanaan KKN, kata Rektor UNG.
Menurut Prof. Eduart KKN kolaborasi ini berlokasi di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato.
Pada Senin, 26 Juni 2023, peserta KKN Kolaborasi UNG – UGM bersama perangkat desa tempat dilaksanakannya KKN mengikuti workshop Masterplan Desa Program Desa Berinovasi di aula Pascasarjana UNG. Adapun tema KKN Kolaborasi tahun ini Pengembangan Kawasan Teluk Tomini.
Workshop dibuka langsung oleh Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya. Selain membuka workshop, penjabat Gubernur Gorontalo secara resmi melepas peserta KKN Kolaborasi UGM-UNG dengan penyematan kartu identitas peserta kepada perwakilan mahasiswa.
Koordinator KKN UGM di Gorontalo, Muhammad Sulaiman, mengatakan workshop masterplan desa terlaksana karena adanya kerjasama antara UGM, Caritra dan Pusat Inovasi UNG untuk periode KKN tahun ini.
Menurut Sulaiman sebelum turun ke lapangan mahasiswa sudah mengenal perangkat desa dan kecamatan, serta permasalahan yang ada di tiap desa.
Ketika turun ke lapangan mahasiswa sudah mempunyai gambaran yang lebih baik dan bisa melaksanakan program KKN Kolaborasi dan akselerasinya lebih baik lagi, kata Sulaiman.
Dalam workshop ini, kata Sulaiman, peserta diberikan materi berupa pengantar masterplan desa dan dokumen perencanaan desa, kebutuhan data perencanaan masterplan, identifikasi potensi dan permasalahan desa. Kemudian, penyusunan masa depan desa dan program pembangunan, merumuskan masa depan desa melalui program pengembangan dan pembangunan prioritas.
Sulaiman berharap melalui workshop ini, peserta KKN Kolaborasi UNG dan UGM dapat mendorong inovasi-inovasi desa untuk menjawab tantangan pembangunan yang ada di desa.
Sebelumnya, pada Minggu (25/6) malam Pemerintah Kota Gorontalo dan KAGAMA menyambut sebanyak 127 Mahasiswa peserta KKN Kolaboratif UGM-UNG. Tercatat mahasiswa peserta KKN yang berasal dari UGM sebanyak 52 orang dan 75 UNG.
Wali Kota Gorontalo, yang juga Ketua KAGAMA Wilayah Gorontalo, Marten Taha, mengatakan kegiatan ini bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun daerah utamanya desa yang berada di pesisir Gorontalo.
