KKN Kolaboratif UNG – UGM Angkat Potensi Lokal

KKN Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Gadjah Mada tahun 2026. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 2026 akan berfokus mengangkat potensi lokal

UNG dalam program pengabdian ini melibatkan 38 mahasiswa. Program kolaboratif ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat desa melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Tema KKN Kolaboratif UNG–UGM “Mewujudkan Desa Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal.”

Kegiatan coaching dan pelepasan peserta berlangsung secara resmi dengan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan yang akan menjadi bekal selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Prof. Hafidz mengatakan bahwa KKN merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat memahami berbagai dinamika sosial sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah.

“KKN memberikan pengalaman nyata yang tidak diperoleh di ruang kelas,” ujar Hafidz.

“Mahasiswa harus mampu membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk merancang program yang memberikan manfaat jangka Panjang.”

Hafidz menekankan bahwa kegiatan coaching sebelum keberangkatan menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa siap menghadapi tantangan di lapangan.

Berbagai materi pembekalan diberikan, mulai dari strategi pemberdayaan masyarakat, pemetaan potensi desa, penguatan ekonomi berbasis lokal, transformasi digital, hingga pembangunan berkelanjutan.

Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, menjelaskan bahwa para peserta akan melaksanakan program pengabdian di lima desa yang tersebar pada tiga kecamatan di dua kabupaten.

Melalui KKN kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam pengembangan desa berbasis potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai peserta KKN, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai persoalan di desa,” ujar Rosbin.

Program ini dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pengembangan ekonomi lokal, transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, hingga pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, kata Rosbin.

Exit mobile version