KKP Lepas 937.200 Benih Lobster dan 75.000 Benih Sidat

FOTO: BKIPM PADANG

Jakarta – Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 937.200 ekor benih lobster dan 75.000 ekor benih sidat (glass eels). Benih lobster dan sidat ini hasil penggagalan upaya penyelundupan di Lampung dan Jambi, Kamis (11/7) pekan lalu.

Menurut Kepala BKIPM Rina, pelepasliaran tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan lobster maupun sidat di alam. Benih lobster hasil sitaan dilepasliarkan di lima lokasi.

Lokasi pertama, di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Ujung, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Di sana dilepasliarkan sebanyak 170.400 ekor benih lobster jenis pasir pada Jumat (12/7).

Selanjutnya, pada Sabtu (13/7), dilakukan pelepasliaran di empat lokasi lainnya. Di Pulau Cemara, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah dilepasliarkan sebanyak 246.908 ekor benih lobster dengan rincian 229.165 jenis pasir dan 17.743 jenis mutiara.

Di Perairan Permisan, Tambakreja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dilepasliarkan sebanyak 190.470 ekor benih lobster. Dengan rincian 180.470 jenis pasir dan 10.000 jenis mutiara.

Adapun di Perairan Karang Luhur, Pantai Barat, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dilepasliarkan sebanyak 95.245 ekor benih lobster. Dengan rincian 86.895 jenis pasir dan 8.350 jenis mutiara.

Di Perairan Pulau Nusa Penida dan Kawasan Nusa Dua, Bali dilepasliarkan 233.777 benih lobster terdiri dari 214.420 jenis pasir dan 19.357 jenis mutiara.

Pelepasliaran di lokasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Untuk benih sidat, dilepasliarkan pada Sabtu (13/7) di tiga lokasi, yaitu di Muara Cikidang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sebanyak 10.000 ekor. Di Perairan Babakan, dekat Pabrik Pakan Mandiri Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sebanyak 20.000 ekor. Di Muara Tunggilis, Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sebanyak 45.000 ekor.

Proses pelepasliaran tersebut dilakukan BKIPM KKP di masing-masing lokasi bekerja sama dengan TNI AL, Polair dan Pangkalan PSDKP. Selain itu, dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP), Dinas Kelautan dan Perikanan, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dan nelayan setempat.*

Exit mobile version