Senin, September 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

redaksi
21 September 2026
Kategori : Berita
0
UNESCO Melatih Hampir 200 Ribu Orang Mengenai Pendidikan Kelautan

Mangrove di pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Upaya pemulihan hutan mangrove (bakau) secara global menunjukkan bahwa upaya konservasi berbasis sains yang dipimpin oleh masyarakat setempat membuahkan hasil.

Namun, kemajuan di masa depan akan bergantung pada investasi yang berkelanjutan, pengelolaan yang lestari, dan perlindungan jangka panjang.

Melansir Unep.org, contoh-contoh dari Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam menunjukkan bagaimana sains, pengelolaan berbasis masyarakat, pendanaan inovatif, dan kerja sama internasional membantu salah satu ekosistem pesisir paling berharga di dunia untuk bangkit kembali secara luar biasa.

Restorasi Jangka Panjang

Kenya Marine and Fisheries Research Institute (KMFRI)—dengan dukungan Program Lingkungan PBB (UNEP) dan International Coral Reef Initiative (ICRI)—meletakkan dasar ilmiah untuk restorasi berskala besar dengan memetakan ekosistem mangrove dan lamun serta menghasilkan data ekologis dasar sebagai acuan bagi upaya konservasi di masa depan, di kawasan perairan Lamu, Kenya.

Proyek ini juga melatih 50 anggota masyarakat dalam penilaian dan restorasi karbon biru, menyusun panduan teknis untuk restorasi mangrove dan identifikasi spesies, serta mendukung pengembangan pedoman restorasi nasional.

Melanjutkan upaya tersebut, sebuah inisiatif karbon biru yang lebih besar—yang dijalankan oleh proyek Go Blue dengan pendanaan Uni Eropa—kini mengelola hampir 5.000 hektare mangrove melalui kegiatan restorasi, pencegahan deforestasi, dan peningkatan pengelolaan hutan. Proyek ini juga telah memajukan upaya pengembangan mekanisme pendanaan karbon biru yang berkelanjutan.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Ekosistem MangroveKonservasi MangroveSinikinesh Beyene JimmaUNEP
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Next Post

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Postingan Terkait

Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

21 September 2026
Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

20 September 2026

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

BRIN Kaji Pergerakan Hanyut 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis di Selat Sunda

Next Post
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

TERBARU

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

AmsiNews

REKOMENDASI

Paus Terdampar di Perairan Bolaang Mongondow Utara

Ratusan Ribu Rumah Tanpa Listrik Setelah Badai Franklin Meninggalkan Republik Dominika

Bakamla dan Menlu Bahas Keamanan Laut Natuna Utara

Mempelajari Pulau-pulau Kecil

Sudah Ditemukan di Singapura, IDI Meminta Semua Dokter Mewaspadai Gejala Cacar Monyet

Badai Tropis Nokaen Mendekati Pulau Catanduanes Filipina

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.