Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Cara Pemulihan Mangrove Berbasis Sains di Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam

redaksi
21 September 2026
Kategori : Berita
0
UNESCO Melatih Hampir 200 Ribu Orang Mengenai Pendidikan Kelautan

Mangrove di pesisir dan laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Upaya pemulihan hutan mangrove (bakau) secara global menunjukkan bahwa upaya konservasi berbasis sains yang dipimpin oleh masyarakat setempat membuahkan hasil.

Namun, kemajuan di masa depan akan bergantung pada investasi yang berkelanjutan, pengelolaan yang lestari, dan perlindungan jangka panjang.

Melansir Unep.org, contoh-contoh dari Kenya, Kosta Rika, Benin, dan Vietnam menunjukkan bagaimana sains, pengelolaan berbasis masyarakat, pendanaan inovatif, dan kerja sama internasional membantu salah satu ekosistem pesisir paling berharga di dunia untuk bangkit kembali secara luar biasa.

Restorasi Jangka Panjang

Kenya Marine and Fisheries Research Institute (KMFRI)—dengan dukungan Program Lingkungan PBB (UNEP) dan International Coral Reef Initiative (ICRI)—meletakkan dasar ilmiah untuk restorasi berskala besar dengan memetakan ekosistem mangrove dan lamun serta menghasilkan data ekologis dasar sebagai acuan bagi upaya konservasi di masa depan, di kawasan perairan Lamu, Kenya.

Proyek ini juga melatih 50 anggota masyarakat dalam penilaian dan restorasi karbon biru, menyusun panduan teknis untuk restorasi mangrove dan identifikasi spesies, serta mendukung pengembangan pedoman restorasi nasional.

Melanjutkan upaya tersebut, sebuah inisiatif karbon biru yang lebih besar—yang dijalankan oleh proyek Go Blue dengan pendanaan Uni Eropa—kini mengelola hampir 5.000 hektare mangrove melalui kegiatan restorasi, pencegahan deforestasi, dan peningkatan pengelolaan hutan. Proyek ini juga telah memajukan upaya pengembangan mekanisme pendanaan karbon biru yang berkelanjutan.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Ekosistem MangroveKonservasi MangroveSinikinesh Beyene JimmaUNEP
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sinyal Galileo Verifikasi Jamming dan Spoofing

Next Post

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

Postingan Terkait

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

5 November 2026
Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

4 November 2026

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

Topan In-fa Terletak di Selatan Tokyo

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Next Post
Topan Dujuan Akan Mendekati Tokyo

Topan Dujuan Berada di Dekat Osaka dan Tokyo

TERBARU

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Atlet Renang UNG Memboyong 5 Medali Emas Piala Gubernur Sulut 2026

Danau Koroneia di Yunani Utara Terus Menyusut

Sejarah World Tsunami Awareness Day, Edukasi Menyelamatkan Nyawa

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Darat M 6,0 Mengguncang Tapanuli Utara

Pulau Mantehage di TN Bunaken Punya 3 Trail Mangrove

Pendataan Akibat Gempa Bumi M7,6 di Laut Maluku Masih Terus Dilakukan

Harga Tuna Sirip Kuning Rp 33 Ribu Per Kilogram, Cakalang Stabil di Bitung

Hari Tanpa Sampah Menyoroti Pentingnya Memperkuat Pengelolaan Secara Global

Kapal Sabuk Nusantara Layani Rute Tilamuta – Makassar

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.