KNKT Investigasi Penyebab Kecelakaan Pesawat Sam Air di Pohuwato

Pesawat Sam Air mengalami kecelakaan di areal tambak Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, dekat bandara Panua Pohuwato, pada Minggu (20/10). FOTO: PERHUBUNGAN UDARA

Darilaut – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengirim tiga personil untuk melakukan investigasi penyebab kecelakaan pesawat Sam Air di Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Senin (21/10).

Pesawat Sam Air jatuh di areal tambak  Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, dekat bandara Panua Pohuwato, pada Minggu (20/10).

Setelah kejadian, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi, turun langsung meninjau lokasi jatuhnya pesawat Sam Air di Randangan, Pohuwato.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran proses evakuasi, pengamanan lokasi kejadian, dan koordinasi dengan tim gabungan dalam penanganan insiden ini.

Kapolda Gorontalo Gorontalo, melalui Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol. Desmont Harjendro, mengatakan, pengamanan di lokasi diperketat agar tidak ada gangguan dalam investigasi.

Aparat gabungan akan terus berjaga hingga seluruh rangkaian proses evakuasi dan investigasi selesai.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tengah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi serta stakeholder terkait untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap insiden ini.

“Saya berharap proses investigasi berjalan lancar, dan langkah-langkah pencegahan ke depan dapat diambil untuk meningkatkan keselamatan penerbangan di masa mendatang,” kata Lukman.

Pada tanggal 20 Oktober 2024, pesawat perintis milik PT Sam Air dengan nomor registrasi PK-SMH (DHC6) mengalami kecelakaan di Bandara Panua, Pohuwato. Pesawat tersebut sedang melayani rute dari Bandara Djalaluddin, Gorontalo, menuju Bandara Panua, Pohuwato.

Pesawat dipiloti oleh Capt. M. Saefurubi A dengan First Officer M. Arthur V. G serta seorang teknisi bernama Budijanto. Selain awak pesawat, ada satu penumpang bernama Sri Meyke Male.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pesawat PK-SMH lepas landas dari Bandara Gorontalo pada pukul 07:03 WITA (23:03 UTC) dengan perkiraan waktu tiba (ETA) pada pukul 07:33 WITA (23:33 UTC) dalam kondisi cuaca berawan.

Pesawat lost contact pada pukul 07:22 WITA (23:22 UTC) dan beberapa jam kemudian pesawat ditemukan hancur total (total loss) akibat kecelakaan di rawa-rawa sebelum runway 27 Bandara Pohuwato.

Kecelakaan ini mengakibatkan empat korban awak dan penumpang yaitu Pilot, First Officer, Teknisi, dan satu orang penumpang meninggal dunia, selanjutnya para korban telah dievakuasi ke Puskesmas Motolohu Pohuwato.

Selanjutnya, Tim Inafis Polda Gorontalo melakukan proses identifikasi terhadap korban pesawat Sam Air. Hal ini dilakukan untuk memastikan identitas korban dan memudahkan proses penyerahan jenazah kepada keluarga.

Setelah proses identifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Gorontalo, pada Senin (21/10) korban pesawat Sam Air diserahkan kepada keluarga di Kota Gorontalo. Sementara tiga jenazah kru pesawat Sam Air diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan maskapai Batik Air dari Bandara Djalaluddin Gorontalo.

Exit mobile version