Darilaut – Dalam upaya mengatasi pandemi global Covid-19, kolaborasi antar negara terutama dalam pengembangan obat tradisional dan vaksin sangat dibutuhkan.
Peran peneliti, akademisi, pemerintah, LSM, industri dan masyarakat sangat diperlukan untuk bersinergi dalam rangka memperkuat ketahanan dan kesehatan masyarakat.
Untuk itu, LIPI bekerja sama dengan Committee on Scientific and Technological Cooperation (COMSTECH) menyelenggarakan International Webinar on Natural Products and Tropical Medicine pada Rabu (2/6).
Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan, Adam Mulawarman Tugio mengatakan, dalam keadaan pandemi ini, perlu ada kerja sama dalam penemuan obat-obatan, vaksin, dan produk kesehatan lainnya yang bersumber dari sumber daya alami.
“Indonesia memiliki keunikan dalam hal produk kesehatan seperti jamu, dimana nilai ekonomi produk ini sangat besar yang bisa mencapai lebih dari USD 3 Miliar,” kata Adam seperti dikutip dari Lipi.go.id.
Adam berharap melalui webinar ini masyarakat akan memahami pentingnya konservasi tanaman obat-obatan yang ada sehingga value ekonomi darinya tetap terjaga.
Menurut Dubes Pakistan untuk RI, Muhammad Hasan topik yang diangkat dalam webinar ini sangat menarik dan menantang bagi seluruh negara berkembang yang memiliki banyak tanaman dan bahan obat.
“Pakistan telah menggunakan tanaman obat dan telah menjadi bagian dari warisan budaya yang ditransmisikan dari generasi ke generasi sampai sekarang. Indonesia juga banyak memiliki bahan alami seperti jahe-jahean yang menjadi bagian warisan budaya dari waktu ke waktu,” katanya.
Presiden Direktur COMSTECH dan Direktur The International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS) Pakistan, Muhammad Iqbal Choudary, berharap ada pertemuan serupa yang dilakukan di Indonesia sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini.
Iqbal mengatakan, Pakistan dan Indonesia menjadi magnet bagi orang asing yang ingin mempelajari pengembangan obat-obatan tradisional yang ada.
COMSTECH sendiri memiliki skema research fellowship yang terbuka bagi peneliti dari Indonesia dan negara lain, pusat-pusat penelitian serta pengembangan obat-obatan baik yang berfokus pada neurologi, toksikologi, dan lain-lain.
Plh. Kepala LIPI, Agus Haryono mengatakan, berkaitan dengan banyaknya sumber daya alam (SDA) yang ada baik di Indonesia dan negara lainnya, perlu didorong eksplorasi SDA yang ada untuk dapat dikembangkan menjadi obat -obatan dan produk natural lainnya.
Saat ini komposisi bahan-bahan alam sudah cukup dikenal sebagai bahan baku industri obat-obatan di kalangan masyarakat. Beberapa orang memilih obat dari bahan alam karena efek samping yang dipercaya lebih sedikit.
Meskipun begitu, pemanfaatan tanaman obat di Indonesia belum optimal. Berbagai penelitian dibutuhkan untuk membuktikan secara empiris khasiat bahan-bahan alam, baik untuk produk obat-obatan maupun produk bioteknologi.
Webinar ini menghadirkan sejumlah pembicara antara lain Prof. M. Iqbal Choudhary dari COMSTECH, Prof. Ibrahim Jantan dari Univeristi Kebangsaan Malaysia dan Prof. Andria Agusta, Peneliti Puslit Kimia LIPI, Dr. Nadeem Khalid-CEO Herbion Pakistan, Kilala Tilaar-Direktur PT Martina Berto Tbk dan Prof. Edi Meiyanto dari Universitas Gadjah Mada.
Hingga saat ini penyebaran Covid-19 masih berlanjut yang berdampak pada kondisi perekonomian dan kesehatan masyarakat.
Berbagai negara telah melakukan bermacam upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran virus ini, antara lain, dengan penerapan protokol kesehatan, pembatasan perjalanan, penutupan fasilitas umum serta program penguatan kekebalan tubuh.
Upaya ini semakin diperkuat dengan pemberian vaksin kepada lebih dari 1.170 miliar orang di dunia. Namun, laju penyebaran Covid-19 belum sepenuhnya terkendali.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, Covid-19 secara global telah mencapai 154 juta kasus dengan angka kematian 3,2 juta per 5 Mei 2021.
