Saat ini, hampir 2.000 alat pengukur pasang surut yang menyediakan data permukaan laut, serta ratusan penerima Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) di sekitarnya yang memantau pergerakan vertikal daratan, berkontribusi pada sistem data GLOSS yang terdistribusi.
Sistem ini mendukung pemantauan iklim, ilmu kelautan, oseanografi operasional, hidrografi, dan layanan peringatan dini.
Rencana Implementasi GLOSS 2026 mencerminkan evolusi tersebut. Hal ini menandai peralihan dari fokus historis pada GLOSS Core Network (GCN) menuju sistem global yang lebih luas dan terintegrasi, yang mencakup jaringan nasional dan regional, stasiun dengan berbagai sensor, serta aliran data yang dapat saling dioperasikan (interoperable), dengan tetap mempertahankan GCN sebagai standar minimum yang ditargetkan untuk cakupan global.
Perhatian khusus diberikan pada keberlanjutan dan cakupan geografis jaringan pengamatan. Rencana ini menyerukan upaya berkelanjutan untuk memelihara stasiun jangka panjang, memulihkan catatan yang terputus, mengatasi kesenjangan geografis, serta memastikan bahwa perubahan instrumen tidak mengganggu kesinambungan catatan permukaan laut yang memenuhi standar kualitas iklim.
Prioritas lainnya adalah integrasi alat pengukur pasang surut (tide gauges) dengan pengukuran GNSS global, memperkuat kerja sama dengan program pengamatan geodesi, dan mendorong penempatan perangkat GNSS di stasiun-stasiun utama GLOSS.




