“Penghargaan ini adalah wujud komitmen nyata kami terhadap pelayanan institusi kepada masyarakat. Keterbukaan bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi menjadi landasan penting dalam membangun kepercayaan publik dan mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang baik,” ujar Eduart.
Lebih lanjut, Eduart menegaskan bahwa keberhasilan meraih predikat Informatif selama tiga tahun berturut-turut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi seluruh civitas akademika UNG. Dukungan berbagai unit kerja, pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID), serta partisipasi aktif civitas kampus menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan informasi publik yang berkualitas.
“Prestasi hattrick ini menjadi dorongan moral bagi seluruh civitas akademika UNG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi, serta akuntabilitas di setiap lini penyelenggaraan pendidikan tinggi.”
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 sendiri diikuti oleh 363 badan publik dari berbagai kategori, mulai dari kementerian, lembaga negara, lembaga non-kementerian, pemerintah provinsi, BUMN, perguruan tinggi negeri, hingga partai politik. Penilaian dilakukan melalui proses monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik, yang dilanjutkan dengan tahapan presentasi di hadapan panelis independen yang ditunjuk oleh KIP RI.




