Bila dibedakan Garis Kemiskinan wilayah perkotaan dan perdesaan, maka Garis Kemiskinan di wilayah perkotaan pada September 2025 adalah sebesar Rp526.930,- per kapita per bulan dan Garis Kemiskinan di wilayah perdesaan sebesar Rp512.138,- per kapita per bulan.
Komoditas non makanan yang memberikan sumbangan terbesar, baik pada GK perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, yaitu masing-masing sebesar 9,91 persen dan 8,02 persen.
BPS Provinsi Gorontalo mengatakan bensin memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK, yaitu sebesar 2,33 persen di perkotaan dan 1,20 persen di perdesaan.
Posisi ke-3 untuk perkotaan disumbang oleh pengeluaran untuk listrik dengan kontribusi sebesar 1,55 persen. Sedangkan di perdesaan pada posisi ke-3 disumbang oleh komoditas perlengkapan mandi dengan kontribusi sebesar 1,02 persen.
Selanjutnya posisi ke-4 dan 5 di perkotaan meliputi perlengkapan mandi (1,31 persen) dan pendidikan (1,28 persen), sedangkan di perdesaan meliputi perawatan kulit, muka, kuku, rambut (0,97 persen) dan listrik (0,94 persen), menurut BPS Provinsi Gorontalo.




