Direktorat Meteorologi Publik BMKG mengatakan aktivitas gelombang-gelombang atmosfer tersebut dapat meningkatkan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan pada wilayah yang dilaluinya.
Selain itu, pola perlambatan dan belokan angin diprakirakan terbentuk di sebagian Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua Barat.
Pola tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya konvergensi massa udara dan memperkuat proses pembentukan awan hujan. Pada skala lokal, tingkat labilitas atmosfer yang kuat juga diprakirakan terdapat di sebagian Sumatra bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, serta sebagian Papua.
Kondisi ini dapat memperkuat proses pengangkatan massa udara dan perkembangan awan konvektif, terutama apabila didukung oleh ketersediaan uap air yang cukup, kata BMKG.
Potensi hujan sepekan ke depan, periode 29 September – 1 Oktober 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini Siaga (hujan lebat – sangat lebat) di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Jawa Barat.




