Kondisi Cuaca Penting Bagi Nelayan Saat Melaut

Nelayan Cilacap di pesisir selatan Jawa Tengah. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Mengetahui kondisi cuaca sangat penting bagi nelayan tangkap agar dapat melaut dengan aman dan tenang dengan hasil yang lebih optimal.

Untuk itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengajak nelayan di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, memanfaatkan teknologi dan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan oleh BMKG ketika melaut.

Dwikorita mengatakan dengan teknologi yang dimiliki BMKG saat ini, nelayan bisa membuat perencanaan sebelum melaut, melihat kondisi gelombang, dan kondisi arus. Nanti dilatih untuk mendeteksi zona mana yang penuh ikan (fishing dome), sehingga bisa langsung ke sasaran untuk “tangkap ikan” bukan “mencari ikan”.

Hal ini disampaikan Dwikorita saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Aula Diklat Praja Cilacap, Selasa (26/7).

Kondisi cuaca bagi nelayan tangkap maupun budidaya sangat penting untuk mendukung kegiatan nelayan. Melalui aplikasi infoBMKG yang didesain untuk mengetahui berbagai informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika tersebut, nelayan dapat memutuskan apakah akan melaut atau tidak.

Termasuk, mempersiapkan kebutuhan apa saja ketika melaut untuk mengantisipasi perubahan cuaca.

Selain itu, kata Dwikorita, para nelayan juga bisa mengunakan sistem informasi cuaca maritim interaktif melalui aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), untuk mewaspadai terjadinya ancaman gelombang tinggi.

Dengan bekal tersebut, selain produktivitas tangkap ikan bisa meningkat, serta meminimalkan tingkat kecelakaan di laut.

“Mewaspadai gelombangnya seperti sekarang ini merah, gelombang tinggi. Jadi, berhenti dulu, jangan berlayar, menunggu sampai warnanya berubah menjadi lebih muda, artinya gelombangnya lebih rendah,” ujar Dwikorita.

“Jadi tidak hanya meningkatkan produktivitas perikanan tangkap, jumlah kecelakaan juga menurun.”

Dwikorita mengatakan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini digelar sebagai bentuk dukungan BMKG terhadap percepatan pembangunan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan nasional.

Selama Pandemi Covid-19, terjadi penurunan signifikan terhadap produksi dan distribusi produk perikanan nasional, penurunan nilai pasar hasil laut, dan juga permintaan konsumen.

Kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara virtual, Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti, Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, Kepala Pusat Metrologi Maritim Eko Prasetyo, Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Hartanto, Kepala Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Taruna Mona Rachman, serta Asisten Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesra Dian Setia Budi.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi nelayan, karena nelayan menjadi memiliki wawasan dan pengetahuan lebih sebelum mengikuti pelatihan ini,” ujar Novita.

Kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tahun 2022 yang digelar di Cilacap ini diikuti sebanyak sekitar 100 orang peserta lebih, yang terdiri dari nelayan, masyarakat, penyuluh dari Dinas Perikanan serta Kantor Pancarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap.

Exit mobile version