Letusan terakhir terjadi pada tanggal 30 Maret 2019 menghasilkan tinggi kolom erupsi 600 m di atas puncak. Warna kolom abu teramati kelabu.
Melalui rekaman seismograf pada 1 Desember 2020 tercatat 72 kali gempa Hembusan dan 2 kali gempa Tektonik Jauh.
Masyarakat di sekitar gunungapi Kerinci dan pengunjung (wisatawan) tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada dipuncak gunungapi kerinci didalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktifitas di dalam radius bahaya atau kawasan rawan bencana III.
Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar gunungapi Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.
Gunung Api Bromo (Jawa Timur)
Tingkat aktivitas Level II (Waspada). Gunung Api Bromo dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut mengalami erupsi tidak menerus. Erupsi terakhir terjadi pada tanggal 19 Juli 2019 dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung (wisatawan) atau pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.
Gunung Api Soputan (Sulawesi Utara)
Gunung Soputan dengan tinggi 1.809 meter di atas permukaan laut mengalami penurunan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 8 Oktober 2019 pukul 16.00 WITA.





Komentar tentang post