Salah satunya Program Director for Training and Network Meedan, Shalini Joshi. Shalini mengatakan bahwa AI sebagai pemeriksa fakta saat ini tersedia dalam 31 bahasa di Asia yang bertujuan membantu media dan organisasi masyarakat sipil dalam memperluas artikel.
Sedangkan Senior Director of AI Product dari AI IG, Dr. Leslie Teo mempresentasikan LLM SEA-Lion yang fokus pada bahasa-bahasa di Asia Tenggara, terutama bahasa-bahasa lokal seperti Jawa, Ambon dan lainnya.
Pembicara lain, peneliti AI Center ITB, Ayu Purwarianti menjelaskan proyek Nusa Dialogue yang digagas oleh ITB untuk mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, dengan sumber data yang berasal dari para penutur asli bahasa dan dialek daerah.
Sedangkan dua pembicara yang hadir dalam diskusi panel “Preparing for the Future: Publisher’ Preparedness and Engagement Strategy in the Era of AI”, adalah Executive Director of Nucleo Journalismo asal Brasil Sergio Spagnuolo yang memaparkan berdasarkan riset, Indonesia dan Brasil memiliki kebijakan AI yang sangat permisif.
Hanya 5-6 persen situs web media yang memblokir setidaknya satu agen AI dalam file robot.txt mereka.
“Sementara itu, proporsinya 35 persen di Amerika Serikat. Kami akan segera merilis sebuah alat untuk penerbit menghasilkan file robot.txt anda sendiri, untuk membantu Anda memblokir bot apapun yang ingin anda blokir,” katanya.




