Konflik Pohuwato, Pengurus Cabang NU Mendorong Pendekatan Dialog yang Humanis

Animasi bendera Nahdlatul Ulama (NU). GAMBAR: QISMA&NAILA/YOUTUBE

Darilaut – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, mendorong pendekatan dialog yang humanis antara pihak perusahaan, penambang lokal, unsur pemerintahan daerah, yang difasilitasi oleh pihak netral.

Hal ini disampaikan pengurus cabang menyikapi perkembangan situasi yang terjadi di Kabupaten Pohuwato dan setelah menyimak kejadian yang mengakibatkan kericuhan.

Dalam pernyataan sikap yang ditanda tangani Rais KH. Ali Mukmin, Ketua Daiman Ali, dan Sekretaris Risman Ibrahim, pada Jumat (22/9) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pohuwato menyampaikan pokok-pokok pandangan sebagai berikut:

Pertama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pohuwato menyampaikan keprihatinan atas peristiwa unjuk rasa yang menyebabkan terjadinya kerusakan pada beberapa fasilitas publik akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Kedua, mendorong pendekatan dialog yang humanis antara pihak perusahaan, penambang lokal, unsur pemerintahan daerah, yang difasilitasi oleh pihak netral yang memiliki kapasitas negosiasi dan diplomasi sehingga jalan keluar dari persoalan lebih cepat ditemukan dan memberi rasa keadilan bagi masyarakat pohuwato.

Ketiga, mengimbau kepada semua pihak agar tetap mengedepankan semangat persaudaraan dan kemanusiaan dalam menyelesaikan segala permasalahan. Dalam semangat tersebut, model musyawarah menjadi pilihan utama.

Keempat, menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Pohuwato agar dapat memperbanyak zikir dan taqarrub kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk kemashlahatan, keamanan, ketertiban dan kemajuan Pohuwato.

Kelima, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pohuwato akan memberikan bantuan dalam cara terlibat aktif memantau proses, menawarkan win-win solution atas persoalan yang dihadapi, dan mendorong terciptanya rekonsiliasi.

Keenam, mendesak agar segera dibentuk Tim Task Force yang terdiri dari pihak-pihak yang netral dan memiliki kompetensi dalam proses negosiasi dan diplomasi sehingga dapat mengurai akar pesoalan hingga merumuskan solusi-solusi alternatif.

Pada Kamis (21/9) terjadi peristiwa aksi massa disertai dengan perusakan sejumlah fasilitas Proyek Emas Pani (Pani Gold Project), pembakaran Kantor Bupati Pohuwato dan sarana lainnya.

Massa merusak fasilitas di Pani Gold Project yang berada di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato –tempat berdirinya kantor PT Merdeka Copper Gold Tbk (Merdeka)– selaku perusahaan induk dari PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dan PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM).

Massa merusak kaca dan dinding bangunan, serta mobil. Sejumlah fasilitas yang rusak antara lain, Mess Hall Pani Gold Project, bangunan kantor dan puluhan mobil. Kaca kendaraan dilempari batu hingga pecah dan digulingkan.

Massa kemudian bergerak menuju KUD Dharma Tani di Desa Sipatana, Kecamatan Buntulia. Ditempat ini massa merusak sejumlah fasilitas.

Dari kantor KUD, massa bergerak menuju Kantor Bupati Pohuwato yang berada di kompleks Blok Plan, Desa Palopo, Kecamatan Marisa.

Terjadi perusakan dengan melemparkan batu, kemudian massa membakar Kantor Bupati Pohuwato. Api mulai berkobar dan menghanguskan Gedung tersebut. Massa juga merusak rumah dinas Bupati Pohuwato.

Massa kemudian ke Kantor DPRD Pohuwato yang juga berada di Blok Plan dan melakukan pengrusakan.

Exit mobile version