Darilaut – Siklon Tropis Kong-rey telah meningkat menjadi topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon) di atas Laut Filipina, Rabu (30/10) pagi.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam buletin informasi yang dikeluarkan Rabu, menjelaskan bahwa topan Kong-rey bergerak ke barat barat-laut dengan kecepatan 15 km per jam (9 knot).
Sistem ini dengan tekanan udara pada pusatnya 940 hPa (hektopaskal).
Menurut Badan Meteorologi Jepang, area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 185 km (100 NM). Sementara area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di seluruh area 560 km (300 NM).
Menurut Observatorium Hong Kong, pada Rabu pukul 2 pagi, topan Kong-rey berpusat sekitar 700 kilometer tenggara Gaoxiong (Kaohsiung).
Observatorium memperkirakan sistem ini akan terus meningkat dan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 14 kilometer per jam.
Kong-rey, kata Observatorium, memiliki peluang lebih tinggi untuk bergerak ke utara dan mendekati Fujian utara, Cina. Selain itu, dapat mendekati sekitar perbatasan Fujian-Guangdong.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan Kong-rey terletak 874 km tenggara Taipei, Taiwan, selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 14 meter (46 feet).
Kong-rey diperkirakan akan terus melacak ke barat laut selama 2 hari ke depan. Selanjutnya, pendaratan di sepanjang pantai tenggara Taiwan diperkirakan dalam 36 hingga 48 jam.
JTWC mengingatkan dapat terjadi penyimpangan untuk lokasi dan waktu pendaratan yang tepat. Hal ini karena gerakan lintasan yang tidak menentu yang kemungkinan terjadi saat sistem mendekati pantai Taiwan.
Namun, dalam 2 hari, pusaran pusat Kong-rey diperkirakan telah melintasi pegunungan tengah yang terletak dekat dengan pantai barat Taiwan.
Tak lama setelah bergerak kembali di atas Selat Taiwan, sistem akan melacak ke utara menuju pantai timur Cina.
Kong-rey dengan nama lokal Filipina “Leon” diperkirakan akan muncul kembali di atas Laut Cina Timur di selatan Shanghai dalam waktu sekitar 3 hari, dan mulai berakselerasi ke timur laut.
Menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina), Topan Leon diperkirakan akan bergerak ke barat laut di atas Laut Filipina hingga mendarat di sepanjang pantai timur Taiwan pada Kamis (31/10) sore.
Setelah melintasi daratan Taiwan, Leon kemudian akan berbelok ke utara barat laut di atas Selat Taiwan menuju Laut Cina Timur. Pendaratan kedua di daratan Tiongkok tidak dikesampingkan selama periode ini.
Untuk menghindari korban jiwa, Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) Filipina menyerukan penerapan segera evakuasi untuk warga yang berisiko.
Sekretaris Departemen Pertahanan Nasional (DND) Gilberto Teodoro Jr., yang juga ketua NDRRMC, menyerukan penerapan segera evakuasi paksa dan wajib di daerah yang diidentifikasi sebagai berisiko tinggi karena kemungkinan efek buruk dari Leon.
Teodoro menekankan pentingnya tindakan proaktif.
“Mari kita terus proaktif, terutama dengan situasi Bicol saat ini di mana beberapa kota dan kota tetap terendam air. Kami selalu menargetkan nol korban jiwa jika terjadi bencana, jadi kami sangat mengimbau masyarakat untuk memperhatikan protokol kami,” katanya seperti dikutip dari Kantor Berita Filipina, PNA.
Sementara itu, Administrasi Cuaca Pusat (CWA) Taiwan telah mengeluarkan peringatan laut untuk topan Kong-rey pada Selasa (29/10) sore.
Sejumlah layanan feri, kereta api dan berbagai acara di Taiwan timur telah ditangguhkan atau dijadwalkan ulang.
Melansir Focustaiwan.tw, kapal feri dari dermaga Donggang dan Yanpu ke Xiaoliuqiu di kabupaten paling selatan Pingtung dijadwalkan pada 31 Oktober – 1 November akan ditangguhkan.
Begitu pula dengan Taiwan Railway Corp yang awalnya akan beroperasi antara Stasiun Kereta Taitung dan Stasiun Ruisui di Hualien pada 3 November, akan dibatalkan, tetapi penumpang yang telah memesan layanan kereta dapat menjadwal ulang.
Selain itu, band pop Taiwan May Day mengumumkan di Facebook pada hari Selasa bahwa mereka akan menunda konser yang dijadwalkan di Kaohsiung pada 1 November, Yuli di Hualien pada 2 November, dan Kota Hualien pada 3 November. (Verrianto Madjowa)
