Darilaut – Data sementara korban kapal cepat (speed boat) yang hilang di perairan Teluk Tomini sebanyak 14 orang, 11 di antaranya wisatawan mancanegara (wisman).
Selain 11 wisman dan dua anak buah kapal (ABK) terdapat penumpang bernama Oku (60 tahun).
“Total 14 orang yang (ada) di kapal,” kata Mukmin Badu, pengelola Hari-Mimin Homestay, kepada Darilaut.id.
Informasi dua korban lainnya baru diperoleh Mukmin biasa disapa Mimim, pada Sabtu (25/7) siang.
Sementara itu, salah satu wisatawan mancanegara, Milan Kasik (55 tahun), seharusnya Sabtu (25/7) siang ini sudah berangkat dari Bandar Udara Djalaluddin Gorontalo ke Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara.
Kapal cepat (speed boat) yang ditumpangi wisman berangkat dari Pulau Una-Una Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, dengan tujuan Marisa Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, hilang kontak di perairan Teluk Tomini, pada Jumat (24/7).
Mimin mengatakan Milan Kasik seharusnya berangkat Sabtu pukul 13.20 Wita.
Maskapai penerbangan ”sudah menghubungi, hingga saat ini masih dalam pencarian,” kata Mukmin, biasa disapa Mimin, Sabtu.
Menurut Mimin, wisatawan ini sedianya akan menggunakan kapal penyeberangan fery, Gorontalo – Tojo Una-Una. Namun, jadwal kapal fery berubah.




