Melansir Associated Press (AP) Topan Kalmaegi telah menewaskan 85 orang, sebagian besar di wilayah yang baru saja dilanda gempa mematikan. Sementara 75 orang lainnya dilaporkan hilang di Filipina tengah.
Banyak di antaranya disebabkan oleh banjir besar yang menjebak orang-orang di atap rumah dan menyapu mobil-mobil di provinsi yang terdampak parah dan masih pulih dari gempa bumi mematikan, kata para pejabat, Rabu.
Di antara korban tewas terdapat enam orang yang tewas ketika sebuah helikopter Angkatan Udara Filipina jatuh di Provinsi Agusan del Sur, Filipina Selatan, pada hari Selasa.
Awak helikopter sedang dalam perjalanan untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke provinsi-provinsi yang dilanda Kalmaegi, kata militer. Pihak militer tidak menyebutkan penyebab kecelakaan tersebut.
Cebu, provinsi yang ramai dengan lebih dari 2,4 juta penduduk, menyatakan status bencana agar pihak berwenang dapat mencairkan dana darurat lebih cepat.
Cebu masih dalam tahap pemulihan pascagempa berkekuatan 6,9 skala Richter pada 30 September yang menewaskan sedikitnya 79 orang dan membuat ribuan orang mengungsi akibat rumah-rumah yang runtuh atau rusak parah.




