“Kami terus memantau semua situasi di mana-mana,” ujarnya. Bila cuaca sudah memungkinkan untuk perjalanan, Presiden berencana akan memberikan bantuan secara pribadi.
Marcos juga memerintahkan lembaga pemerintah untuk mempersiapkan kemungkinan banjir di daerah dekat waduk air dan meminta biro cuaca untuk terus memperbarui laporannya tentang bendungan dan situasi banjir.
Administrasi Layanan Geofisika dan Astronomi Atmosfer Filipina (PAGASA) juga melaporkan selama pertemuan bahwa dua siklon tropis mungkin memasuki negara itu minggu depan.
Hal ini mendorong Marcos untuk mengingatkan lembaga-lembaga pemerintah terkait untuk tetap waspada.
Marcos mengatakan sistem cuaca sekarang berkembang jauh lebih cepat daripada sebelumnya karena perubahan iklim, mengutip pengalaman negara dengan Topan Super Yolanda pada tahun 2012 dan Odette pada tahun 2021.
Sementara itu, Angkatan Laut Filipina pada hari Rabu mengatakan pihaknya mengerahkan tim tanggap bencana dan penyelamatan (DRRT) dan tim respons cepat lonjakan (SRRT) ke Metro Manila dan provinsi terdekat untuk membantu upaya bantuan bencana yang sedang berlangsung.
Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), Yagi selama enam jam terakhir, melacak ke barat-barat laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot).




