KSDA Sulawesi Tengah dan Riau Tangani Kemunculan Buaya

Teluk Palu. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Balai Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Sulawesi Tengah dan Balai Besar KSDA Riau melakukan penanganan kemunculan buaya di lokasi tersebut.

Di Pantai Talise Kota Palu, buaya muara kembali menjadi viral setelah ada masyarakat yang beraktivitas di pantai menjadi korban.

Karena kejadian tersebut, KSDA melalui Tim Penanganan Satwa Liar bekerjasama dengan Tim Pol Airud Polda Sulteng melakukan sosialisasi dengan menyisir sepanjang pantai talise di Teluk Palu pada hari Minggu, (20/12).

Tim mengimbau kepada warga masyarakat yang saat ini sedang berendam, berenang di pantai agar selalu waspada akan adanya binatang buas dan berbahaya, buaya yang berada di pantai ini, tolong hati-hati dan waspada. Warga juga diminta tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.

Kegiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap hari libur. Hal ini mengingat banyaknya kunjungan warga ke pantai Talise saat hari libur.

Di Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu juga ada laporan dari postingan di media sosial terkait munculnya seekor buaya di anak Sungai Tamaluku.

Pada Senin (7/12) lalu, petugas Resort Kampar Balai Besar KSDA Riau telah menuju ke lokasi kejadian dan menghubungi pelapor. Lokasi ini berada di antara perbatasan PT Sumber Jaya Indah dan PT SAM.

Satwa liar ini jenis buaya ikan atau buaya Senyulong (Tomistoma schlegelii). Buaya tersebut masuk ke anak sungai karena kondisi air sedang pasang.

Situasi pinggir sungai adalah semak belukar dengan ukuran lebar sungai lebih kurang 5 meter. Setelah menelusuri sungai hingga 200 meter, saat itu tidak ada tanda tanda buaya tersebut muncul.

Tim melakukan sosialisasi dengan pihak perusahaan agar tetap waspada dalam beraktivitas di pinggir sungai. Sungai adalah habitat buaya dan tidak bertindak anarkis apabila menjumpai satwa tersebut.

Tim memasang spanduk peringatan agar masyakarat selalu berhati-hati dalam beraktivitas di sekitar habitat buaya.

Buaya senyulong tersebar di pulau Sumatera dan Kalimantan. Ukuran tubuhnya lebih kecil dan pendek, serta bentuk moncongnya runcing dan sempit.

Exit mobile version