Selain peningkatan kapasitas identifikasi, rekomendasi strategi pengelolaan kuda laut sebagai hasil lokakarya yang dilakukan pada bulan Mei 2026, juga disampaikan dalam kegiatan ini, yang mencakup tiga tahap, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek yang akan berlangsung pada 0-1 tahun pertama, strategi diarahkan pada peningkatan kapasitas melalui edukasi dan penyadartahuan, pelatihan identifikasi dan monitoring, kolaborasi data, pemetaan habitat kritis serta koordinasi antar desa dan berbagai sektor terkait.
Selanjutnya, pada jangka menengah yang berlangsung pada tahun 1 sampai ke 3, pengelolaan dilakukan melalui penguatan tata kelola langkah yang direkomendasikan meliputi pembangunan database kuda laut yang terintegrasi, pengembangan platform digital dan dashboard data, monitoring stok secara berkala, dan pemanfaatan hasil riset untuk mendukung pengelolaan serta budidaya berkelanjutan.
Sementara itu, untuk rekomendasi pengelolaan jangka panjang, strategi diarahkan pada inovasi dan keberlanjutan. Kebijakan diharapkan semakin berbasis data dan bukti ilmiah, disertai harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, penggunaan alat tangkap yang lebih selektif, penataan ruang pesisir, serta pengembangan ekonomi biru dan mata pencaharian berkelanjutan. Pengelolaan juga dapat dikembangkan melalui wisata edukasi dan konservasi serta kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.




