“Prakiraan ini juga merupakan komponen kunci dari kontribusi WMO untuk mendukung operasi kemanusiaan. Kecerdasan iklim ini membantu kita mencegah kerugian ekonomi jutaan dolar dan menyelamatkan banyak nyawa,” kata Saulo.
Badan Meteorologi dan Hidrologi Nasional (BMHN) akan memantau kondisi secara ketat selama beberapa bulan mendatang untuk membantu memberikan informasi kepada para pengambil keputusan.
Peristiwa iklim berskala besar yang terjadi secara alami seperti La Nina dan El Nino terjadi dalam konteks perubahan iklim yang lebih luas akibat ulah manusia, yang meningkatkan suhu global dalam jangka panjang, memperburuk cuaca ekstrem dan peristiwa iklim, serta memengaruhi curah hujan dan pola suhu musiman.
Untuk memberikan prospek iklim yang lebih komprehensif, WMO juga menerbitkan Global Seasonal Climate Updates (GSCU) secara berkala.
GSCU memperhitungkan pengaruh pola variabilitas iklim utama, seperti Osilasi Atlantik Utara, Osilasi Arktik, dan Dipol Samudra Hindia. Pembaruan ini juga memantau anomali global dan regional suhu permukaan dan curah hujan serta evolusinya selama musim mendatang.
Pembaruan terbaru menyatakan bahwa untuk periode Desember 2025 hingga Februari 2026, suhu diperkirakan akan berada di atas normal di sebagian besar belahan bumi utara dan sebagian besar belahan bumi selatan.




