Selain itu, kata BMKG, aktivitas gelombang atmosfer, yaitu Gelombang Rossby dan Kelvin, juga diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara dan Papua.
Dalam sepekan ke depan, monsun Asia masih diprakirakan aktif dan memberikan suplai massa udara serta perpindahan uap air menuju wilayah Indonesia yang cukup signifikan, kata BMKG.
Kondisi tersebut diperkuat dengan Indeks Surge dan CENS (Cross Equatorial Northerly Surge) yang berpotensi mengalami signifikansi.
Lebih jauh lagi, BMKG menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik masih berpotensi tumbuh di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat daya Lampung, dan di sekitar wilayah Kalimantan.
Dengan kelembapan udara yang masih tinggi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan secara signifikan di sebagian wilayah Indonesia.
Sebelumnya, selama periode 9 – 11 Februari 2026, BMKG mengamati kejadian hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di sebagian wilayah Indonesia.
Curah hujan harian tertinggi tercatat pada kategori ekstrem, yaitu di wilayah Sumatera Barat (169.5 mm/hari), disusul hujan lebat di Papua (79.2 mm/hari), Sumatera Utara (79.0 mm/hari), Surabaya (74.4 mm/hari), Bali (73.2 mm/hari), Maluku Utara (62.2 mm/hari), Kep. Riau (59.6 mm/hari) dan Kalimantan Utara (55.2 mm/hari).




