Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Perburuan Selama 3 Bulan, Jepang Bawa 223 Paus

redaksi
6 Oktober 2019
Kategori : Berita, Orca
0
Perburuan Selama 3 Bulan, Jepang Bawa 223 Paus

Jumat (4/10) 1 dari 2 kapal penangkap paus Jepang Nisshin Maru kembali ke pelabuhan asal Shomonoseki, Jepang, setelah perburuan paus secara komersial untuk pertama kalinya dalam 31 tahun. FOTO: KYODO NEWS VIA AP/SEATTLETIMES.COM

PADA Jumat (4/10) kapal penangkap paus utama Jepang Nisshin Maru kembali ke Pelabuhan asal Shomonoseki, Jepang barat saya. Kapal ini 1 dari 2 kapal penangkap paus yang mulai melakukan perburuan komersial 1 Juli lalu.

Seperti diberitakan The Associated Press melalui Seattletimes.com, untuk pertama kali, setelah 31 tahun, Jepang memulai perburuan paus. Kapal Nisshin Maru kembali ke pelabuhan asal Shimonoseki, setelah menangkap 223 paus selama tiga bulan di lepas pantai Jepang.

Dua kapal pendukung Nisshin Maru, Yushin Maru dan No 3 Yushin Maru, juga telah kembali ke pelabuhan asal.

Dari kuota 232 paus yang dialokasikan untuk armada utama, telah ditangkap 187 paus Bryde, 25 sei, dan 11 minke. Kapal ini membawa sekira 1.430 ton daging paus beku.

Jepang memulai perburuan paus komersial, setelah keluar dari International Whaling Commission (IWC, Komisi Penangkapan Paus Internasional).

sejak 1986, IWC melakukan moratorium terhadap perburuan paus.

Jepang kemudian berburu paus dengan “kedok” untuk penelitian ilmiah sambil menjual dagingnya. Para kritikus menganggap penelitian itu palsu, tidak lebih dari penutup untuk perburuan paus komersial.

Tahun lalu, para pemburi paus Jepang telah membunuh sedikitnya 50 paus minke di kawasan perlindungan laut (MPA, Marine Protected Area) Antartika. Lokasi perburuan ini berada di Laut Ross, salah satu kawasan perlindungan laut terbesar di dunia dengan luas 1,55 juta kilo meter persegi.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: IWCJepangMamalia lautPerburuan Paus
Bagikan16Tweet5KirimKirim
Previous Post

Dua WNA Singapura Tersangka Impor Limbah

Next Post

Keluarga Korban MV Nur Allya Doa Bersama di Laut Halmahera

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
Keluarga Korban MV Nur Allya Doa Bersama di Laut Halmahera

Keluarga Korban MV Nur Allya Doa Bersama di Laut Halmahera

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

BPPT Terus Mengembangkan Teknologi InaTEWS, Sistem Peringatan Dini Tsunami

Ikatan Sarjana Kelautan Gelar Kongres ke III

Indonesia Masih Pemasok Bahan Mentah Hasil Laut

Media Massa Berperan Memberi Masukan dan Kritik

Kasus Flu Burung Ayah dan Anak di Kamboja Berasal Dari Unggas

Kontribusi Maritim pada Perekonomian Indonesia Hanya 13,32 Persen

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.