Intensitas hujan yang signifikan tersebut dipengaruhi oleh menguatnya Monsun Asia, yang diidentifikasi dari dominasi aliran angin timur laut dari daratan Asia menuju kawasan Indonesia.
Nilai anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang terpantau bernilai negatif di sebagian wilayah Indonesia juga mengindikasikan meluasnya tutupan awan tebal dan meningkatnya aktivitas konvektif.
Kombinasi aktivitas Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin yang terpantau aktif di sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Bali, NTT, NTB, Maluku dan Papua turut berkontribusi terhadap penguatan proses konvektif di kawasan tersebut, kata BMKG.
Kemungkinan cuaca pada tanggal 13 – 15 Februari 2026, hujan dengan intensitas sedang-lebat dapat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Angin Kencang: Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Periode 16 – 19 Februari 2026, hujan ringan hingga hujan sedang dapat terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.




