Lahan Terdampak Banjir Rob Dapat Dimanfaatkan Menanam Padi, Budi Daya Rumput Laut dan Ikan

Panen padi biosalin dan ikan nila salin di lahan padi Biosalin Sicepit, di pesisir Kasepuhan, Batang, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/9). FOTO: BRIN

Darilaut – Banyak lahan yang tidak dimanfaatkan akibat terdampak banjir rob selama beberapa tahun terakhir. Salah satunya, di pesisir Kasepuhan, Batang, Jawa Tengah.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengembangkan lahan bekas terdampak banjir rob di pesisir Kasepuhan, menjadi lahan produktif melalui pengembangan ekosistem Mina Salin.

Mina Salin memadukan varietas padi biosalin, ikan nila salin, dan rumput laut dalam satu hamparan. Pengelolaannya juga memanfaatkan energi terbarukan.

Kepala BRIN Arif Satria turut melakukan panen raya padi biosalin dan ikan nila salin di Lahan Padi Biosalin Sicepit, pada Sabtu (19/9).

Selama enam tahun, lahan di kawasan tersebut tidak dapat ditanami akibat banjir rob. Kondisi itu turut menurunkan produktivitas padi di wilayah pesisir Batang dari sekitar 8 ton menjadi 3 ton per hektare.

“Kita coba bangkitkan lahan-lahan marginal itu menjadi lahan yang produktif untuk produksi bahan pangan pokok, produksi protein hewani. Jadi saya kira ini kombinasi yang bisa menyelesaikan masalah pangan di Indonesia,” ujar Arif.

Arif menjelaskan bahwa di sepanjang kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa, termasuk di kawasan Kasepuhan, dampak banjir rob dirasakan selama beberapa tahun. Sehingga banyak lahan yang tidak dimanfaatkan.

Namun, sejak Oktober 2025, BRIN bersama Kementerian Pertanian, PT Perusahaan Gas Negara, dan pemerintah daerah setempat memperkuat ekosistem Mina Salin tersebut di lahan seluas 32,26 Hektare.

Adapun varietas padi hasil riset BRIN yang ditanam ialah Varietas Biosalin Agritan 1 dan Biosalin Agritan 2, yang dapat menghasilkan produktivitas 6 sampai 7 ton per hektare di Kelurahan Kasepuhan.

Ketika kadar garam atau salinitasnya terlalu tinggi untuk padi, maka para petani dapat mengalihkan lahan untuk rumput laut dan nila salin sehingga tidak ada petak yang menganggur.

Diversifikasi usaha pada satu hamparan ini bisa membuat adanya multiple income dan juga multiple product, dan ”saya kira ini sebuah solusi bagi masyarakat yang memang saat ini terkena bencana rob,” kata Arif, seperti dikutip dari Brin.go.id.

Exit mobile version