Paus sperma sebagian besar berwarna abu-abu gelap, meskipun beberapa paus memiliki bercak putih di perutnya. Mereka adalah satu-satunya cetacea hidup yang memiliki satu lubang semburan yang terletak secara asimetris di sisi kiri mahkota kepala.
Kepala paus sperma sangat besar, mencapai sekitar sepertiga dari total panjang tubuh mereka. Kulit tepat di belakang kepala sering berkerut.
Rahang bawah mereka sempit dan bagian rahang yang paling dekat dengan gigi berwarna putih. Bagian dalam mulut juga sering kali berwarna putih cerah. Terdapat antara 20 dan 26 gigi besar di setiap sisi rahang bawah. Gigi di rahang atas jarang menembus gusi.
Paus sperma dinamai berdasarkan zat lilin—spermaceti—yang ditemukan di kepala. Spermaceti adalah kantung minyak yang membantu paus memfokuskan suara. Spermaceti digunakan dalam lampu minyak, pelumas, dan lilin.
Paus sperma merupakan target utama industri perburuan paus komersial dari tahun 1800 hingga 1987, yang hampir memusnahkan seluruh populasi paus sperma.
Meskipun perburuan paus bukan lagi ancaman utama, menurut NOAA Fisheries, populasi paus sperma masih dalam proses pemulihan.
Perburuan paus komersial dari tahun 1800 hingga 1980-an sangat mengurangi populasi paus sperma di seluruh dunia. Komisi Perburuan Paus Internasional memberlakukan moratorium pada perburuan paus komersial pada tahun 1986. Spesies ini masih pulih, dan jumlahnya kemungkinan meningkat, kata NOAA Fisheries. (VM)




