Laut Banda Memiliki Keragaman Genus Kelomang Tertinggi di Indonesia

Kelomang. GAMBAR: BRIN

Darilaut – Kelomang suka tinggal di berbagai habitat di pesisir dan laut. Peneliti Pusat Riset Oseanografi (PRO) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat wilayah Laut Banda sebagai kawasan dengan keragaman genus tertinggi di Indonesia.

Peneliti PRO BRIN Tyani mengatakan hasil analisis menunjukkan terdapat 115 spesies Diogenidae yang tersebar luas di 12 ekoregion laut Indonesia, dengan Clibanarius sebagai genus paling dominan.

Dari sisi kedalaman, sekitar 75 persen spesies ditemukan di zona litoral. Sementara, sebagian kecil lainnya mencapai kedalaman hingga 727 meter.

Ini menunjukkan daya adaptasi luar biasa terhadap variasi habitat.

“Salah satu spesies, Paguropsis andersoni, hidup mulai dari zona litoral hingga batial di kedalaman kurang lebih 500 m,” ujar Tyani,  saat acara Oceanography Biweekly Meeting (OBM), Senin (14/7).

Hasil penelitian ini juga mengungkap preferensi substrat yang beragam. Artinya, kelomang suka tinggal di berbagai habitat, yaitu pasir pantai, terumbu karang, hutan mangrove, sampai batu-batu di pesisir.

Sementara, tempat favorit mereka yaitu pantai berbatu dan pasir halus. Karena di sanalah mereka bisa mencari cangkang dan makanan dengan lebih mudah.

Tak sekadar mengoleksi data, riset ini membuka peluang baru dalam konservasi laut. Dengan memahami distribusi spasial dan ekologinya, kita bisa menilai peran vital Kelomang Diogenidae dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut Indonesia, kata Tyani.

Penelitian ini tidak hanya memperkuat basis data biodiversitas nasional, tetapi juga menjadi dasar penting dalam konservasi spesies laut yang belum banyak dikenal publik, dan berperan besar dalam ekosistem pesisir.

Exit mobile version