Kamis, September 10, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

redaksi
24 Agustus 2021
Kategori : Berita, Biota Eksotis
0
Dwi Listyo Rahayu, Satu-Satunya Taksonom Kelomang di Indonesia

Kelomang. FOTO: OSEANOGRAFI.LIPI.GO.ID

Darilaut – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan penghargaan kepada Profesor Riset Dwi Listyo Rahayu yang selama ini menekuni keanekaragaman hayati laut dengan mempelajari taksonomi kelomang dan kepiting. Penghargaan LIPI Sarwono Award XIX ini bertepatan dengan 54 tahun LIPI.

Dwi Listyo Rahayu yang biasa disapa Yoyo, adalah satu-satunya taksonom kelomang di Indonesia. Bahkan Yoyo salah satu di antara tiga taksonom kelomang di dunia.

Yoyo mulai memberikan perhatian pada morfologi krustasea ini sejak tahun 1986. Selama menjadi peneliti Yoyo berhasil merilis 93 publikasi ilmiah dengan mendeskripsikan kelomang dan kepiting.

Yoyo telah mendiskripsikan kelomang (hermit crab) sebanyak empat genus dan 74 spesies, dan kepiting (crab) sebanyak enam genus dan 76 spesies.

Bahkan tahun 2020, menemukan empat spesies baru kepiting dari perairan wilayah timur Indonesia. Diperkirakan Indonesia memiliki kurang lebih 200-300 spesies kelomang.

Penelitian taksonomi tidak hanya mengidentifikasi biota, memberi nama, tetapi mengamati bentuk, warna, corak, dan bagian-bagian tubuh biota.

Selain mengklasifikasikan biota tersebut, Yoyo juga memperhatikan tempat, cara, peran dan kegunaan dalam kehidupannya. Krustasea termasuk kelompok biota laut dominan kedua, setelah moluska.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Dwi Listyo RahayuKelomangKepitingKrustaseaLIPI
Bagikan4Tweet3KirimKirim
Previous Post

TNI Angkatan Laut Menggelar Vaksinasi Bagi Nelayan di Tengah Laut

Next Post

Lumba-Lumba Merah Muda

Postingan Terkait

Laporan Terbaru, Panas Laut Akibat Perubahan Iklim Mempersempit Peluang Pemulihan Terumbu Karang

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

10 September 2026
Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

10 September 2026

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Rabu Dini Hari

BMKG Pastikan Ruang Udara dan Area Landasan Bandara Aman Dari Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Next Post
Lumba-Lumba Merah Muda

Lumba-Lumba Merah Muda

Komentar tentang post

TERBARU

9,5 Persen Terumbu Karang Dunia Hilang Dihantam Perubahan Iklim

Setelah Dibuka Kembali Operasional Penerbangan 8 Bandara Berjalan Normal

Peneliti BRIN dan ITB Temukan Cangkang Rajungan Berpotensi Jadi Separator Baterai Lithium-ion Berkinerja Tinggi

Pascasarjana UNG Perkuat Pencegahan Korupsi

Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Satelit Copernicus Sentinel-2 Merekam Letusan Gunung Anak Krakatau

AmsiNews

REKOMENDASI

Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

WMO: Curah Hujan Dahsyat Melanda Spanyol

Untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Gorontalo Menggelar Sosialisasi di Pondok Pesantren

Saran dan Pesan WHO Saat Menghadapi Penyakit Virus Nipah yang Hingga Kini Belum Ada Obatnya

Ilmuwan Bingung, Paus Pembunuh Menyerang Kapal-Kapal di Perairan Spanyol

Bibit Siklon Tropis 91S Mendekati Kepulauan Cocos

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.