Darilaut – Para peneliti mengajak untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kelomang. Hewan kecil kelomang bukan merujuk untuk satu spesies.
Dengan spesies yang beragam, yang perlu dipelajari lebih lanjut, fungsi ekologis maupun potensi sebagai bioindikator kesehatan lingkungan laut.
Kelomang, hewan kecil yang sering kita temui di pantai dengan rumah cangkang di punggungnya, ternyata menyimpan cerita besar tentang kekayaan laut Indonesia.
Peneliti Pusat Riset Oseanografi (PRO) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tyani mengatakan dengan memahami persebaran dan preferensi habitatnya, ”kita bisa tahu seberapa sehat laut kita.”
Sebab, ”kelomang bisa jadi ‘penjaga’ kecil yang memberi tanda kalau ekosistem sedang dalam bahaya,” kata Tyani dalam kegiatan Oceanography Biweekly Meeting (OBM), Senin (14/7).
Tyani menjelaskan hasil riset terbaru yang menyajikan data mendalam soal keragaman, sebaran, dan habitat kelomang dari keluarga Diogenidae.
Tujuan utama penelitian ini, kata Tyani, menyumbangkan data spesimen untuk memperkaya pemahaman kita soal penyebaran geografis dan habitat favorit mereka, dari perairan dangkal hingga laut dalam.
Sejak abad ke-19, para ilmuwan mencatat lebih dari 200 spesies kelomang di Indonesia, dengan keluarga Diogenidae tercatat paling kaya jenis.




